Samsung Tegaskan AI Bukan Lagi Gimmick: Dari Fitur Jadi Kebutuhan di Rumah Pintar

Samsung Tegaskan AI Bukan Lagi Gimmick: Dari Fitur Jadi Kebutuhan di Rumah Pintar © mili.id

Samsung AI

Samsung menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak lagi diposisikan sebagai sekadar fitur tambahan atau gimmick teknologi. Ke depan, AI akan menjadi kebutuhan dasar yang hadir secara alami dalam kehidupan sehari-hari pengguna, terutama di lingkungan rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan ChonHong Ng, Vice President sekaligus Head of Regional Marketing Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, dalam wawancara terkait arah pengembangan AI Samsung di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26, Ini Jadwal Rilis dan Variasi Warnanya

Dikutip dari Kompas.com, Samsung saat ini memasuki fase baru dalam perjalanan AI mereka. Jika sebelumnya AI tampil sebagai fitur yang menonjol di permukaan, kini perannya bergeser menjadi “mitra tepercaya” yang bekerja di latar belakang—membantu tanpa terasa rumit atau mengganggu aktivitas pengguna.

Salah satu implementasi paling nyata terlihat pada peralatan rumah tangga, seperti lemari es. Dengan dukungan AI, perangkat tersebut mampu mengenali kebiasaan pengguna sekaligus memantau kondisi isi di dalamnya.

“Dengan AI, lemari es dapat mengenali kebiasaan pengguna dan kondisi isinya,” ujar ChonHong. Ketika stok bahan makanan seperti susu atau telur mulai menipis, sistem dapat secara otomatis mengirimkan pengingat ke ponsel pengguna.

Interaksi pun tidak lagi terbatas pada layar. Pengguna dapat berkomunikasi langsung dengan lemari es melalui perintah suara, mulai dari menyusun menu hingga membuat daftar belanja. Pendekatan ini dinilai relevan untuk konsumen Asia Tenggara yang memiliki rutinitas belanja harian, sekaligus membantu mengurangi pemborosan makanan melalui rekomendasi pembelian yang lebih tepat.

AI juga menjadi pilar penting di lini hiburan, khususnya televisi. Samsung menjelaskan bahwa AI mampu mengoptimalkan pengaturan gambar secara otomatis berdasarkan jenis konten dan preferensi pengguna. Untuk pasar Indonesia, fitur ini dianggap cocok bagi penggemar olahraga seperti sepak bola, di mana kualitas gambar dapat disesuaikan agar lebih imersif dan nyaman ditonton.

Samsung turut memperkenalkan teknologi microRGB, yang memanfaatkan AI untuk mengatur kontras, kecerahan, dan detail visual secara lebih presisi. Hasilnya, kualitas gambar diklaim lebih tajam dan hidup dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca juga: Daftar HP yang Cocok Buat Konten, Nomor 4 Memukau

Di balik ekspansi AI yang semakin luas, Samsung menaruh perhatian besar pada keamanan dan privasi. ChonHong menegaskan bahwa privasi tidak mungkin terwujud tanpa sistem keamanan yang kuat.

Untuk itu, Samsung menghadirkan platform Knox di seluruh lini perangkat—mulai dari ponsel, TV, hingga peralatan rumah tangga. Selain itu, Samsung mengembangkan Knox Metrics untuk memantau kondisi keamanan perangkat yang saling terhubung, serta Knox Dashboard yang memungkinkan pengguna melihat status keamanan secara menyeluruh.

Perlindungan data sensitif diperkuat melalui Knox Vault, sistem keamanan berbasis perangkat yang menyimpan data langsung di dalam chip, bukan di cloud. Dengan pendekatan ini, data pribadi hanya dapat diakses oleh pemilik perangkat.

Terkait personalisasi, Samsung menerapkan prinsip perlindungan berlapis. Data yang sangat sensitif dijaga ketat, sementara data perilaku dianonimkan dan diolah untuk menghasilkan rekomendasi tanpa mengungkap identitas pengguna.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Otak Sejak Dini Lewat Otak-Atik Merah Putih Karya Pens

Di pasar berkembang seperti Indonesia, Samsung melihat AI mulai menjadi nilai tambah penting dalam keputusan pembelian. Meski masih berada pada tahap awal, AI dinilai sebagai keunggulan kompetitif yang kuat.

“Saya rasa AI masih berada pada tahap pengembangan awal. Ini adalah keunggulan kompetitif yang bagus dan kuat. Tetapi pada akhirnya, produk harus tetap memenuhi kebutuhan dasar konsumen,” ujar ChonHong.

Ke depan, Samsung meyakini AI akan menjadi fitur wajib, seperti berbagai inovasi yang pernah mereka perkenalkan sebelumnya. Dengan semakin banyak perangkat yang saling terhubung, konsumen diharapkan dapat merasakan manfaat rumah pintar berbasis AI yang lebih personal, nyaman, dan mudah digunakan.

Menurut Samsung, pembeda utama perusahaan terletak pada pendekatan menyeluruh: AI tidak berdiri sendiri sebagai fitur terpisah, melainkan terintegrasi di seluruh ekosistem perangkat yang aman dan saling terhubung.

Editor : Redaksi



Berita Terkait