Pesta gay di Hotel Midtown Surabaya saat digerebek polisi. (Dok. Polrestabes Surabaya).
Surabaya, mili.id - Pengungkapan kasus pesta gay oleh polisi di Hotel Midtown Surabaya menjadi perhatian publik.
Yang mengejutkan, pesta seks sesama jenis itu bahkan digelar hingga tujuh kali di hotel Kawasan Ngagel tersebut.
Baca juga: Dugaan Pungli Kalijudan Meluas, Pedagang Bongkar Dugaan Sewa Lahan Aset
Mirisnya lagi, dari 34 pria yang diamankan dan kini telah ditahan di Polrestabes Surabaya itu, 29 di antaranya dinyatakan positif HIV atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Lantas, kok bisa Hotel Midtown kecolongan?
Kus Andi, Corporate Public Relation Midtown Hotels Indonesia mengaku bahwa peristiwa tersebut di luar kendali hotel.
"Peristiwa tersebut pun di luar kendali hotel. Bisa jadi pada waktu itu kondisi hotel memang sedang ramai, banyak kegiatan, dan banyak tamu datang dan pergi," dalihnya saat dikonfirmasi mili.id, Rabu (22/10/2025) malam.
Ditanya soal Standard Operating Procedure atau Prosedur Operasional Standar (SOP) di hotel, ia menyatakan bahwa semuanya telah dilakukan dan dijalankan sesuai prosedur.
"Seperti prosedur yang berlaku kepada semua tamu tanpa terkecuali (contoh tanpa melihat gender, profesi, setara sosial), dipastikan sudah melakukan booking/pemesanan kamar dengan benar, mampu menunjukkan kartu identitas dan cukup umur, serta mampu melakukan pembayaran sesuai pesanan," jelasnya.
"Kepada semua tamu, pastinya memberikan privacy, termasuk segala aktivitas yang terjadi di dalam kamar. Masuk ranah privacy tamu," tambah Kus Andi.
Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan
Diketahui, penggerebekan pesta gay di Hotel Midtown itu dilakukan petugas gabungan dari Polsek Wonokromo, Satsamapta dan Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Sabtu (18/10/2025) malam hingga Minggu dinihari.
Saat digerebek, semua pria yang berada di dalam kamar dalam kondisi telanjang.
Editor : Narendra Bakrie
