Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk (Foto: Arsa Agung/mili.id)
Sidoarjo, mili.id - Tiga orang dilaporkan meninggal akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Data yang diperoleh mili.id, korban meninggal pertama bernama Alfian Ibrahim, yang sudah dimakamkan di Bangkalan, Madura. Dia ditemukan Tim SAR gabungan pada evakuasi hari pertama, Senin (29/9/2025).
Baca juga: Tangan Palsu untuk Nur Ahmad, Santri Surabaya Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny
Sedangkan dalam operasi SAR hari kedua, Selasa (30/9/2025), tim menemukan lagi dua korban meninggal. Mereka adalah Muhammad Sholeh (21), santri asal Bangka Belitung, dan Zulhaq (14), warga Pradah Kali Kendal, Surabaya.
"Kedua jenazah yang baru ditemukan hari ini, masih di RSUD Notopuro Sidoarjo," ujar salah satu anggota Tim SAR di lokasi.
Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi 63 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Ambruk
Hingga sore ini, korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo adalah 102 orang. Tiga di antaranya dilaporkan meninggal, lainnya mengalami luka berat, ringan dan selamat.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri hingga sejumlah elemen relawan masih terus mengevakuasi puing-puing bangunan yang runtuh, untuk mengetahui apakah masih ada korban di dalam atau tidak.
Baca juga: Jaringan Ponpes Al-Fatah Berbelasungkawa atas Musibah di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Asesmen juga terus dilakukan, untuk mencocokkan data santri maupun pengasuh yang menjadi korban agar valid.
Kejadian bermula saat dilakukan pengecoran di lantai 4 sejak Senin (29/9) pagi. Diduga pondasi tidak kuat sehingga bangunan dari lantai 4 runtuh hingga lantai dasar.
Editor : Narendra Bakrie
