Poster film Rest Area. (Dok. Instagram Restarea).
Surabaya, mili.id - Film horor Indonesia terbaru bakal tayang di bioskop kesayangan Anda pada awal Oktober 2025.
Film terbaru itu berjudul Rest Area, yang dijadwalkan tayang pada 2 Oktober.
Baca juga: MAGMA Entertainment Rilis Trailer dan Poster “Badut Gendong”, Antagonis Baru di Semesta Qodrat
Karya Aditya Testarossa ini menghadirkan teror menegangkan dengan pendekatan berbeda, menggabungkan unsur supranatural, psikologis, hingga kritik sosial.
Dengan durasi 1 jam 19 menit, film produksi Mahakarya Pictures ini menjadi salah satu rilisan horor yang paling ditunggu menjelang akhir tahun.
Cerita bermula dari perjalanan malam lima remaja crazy rich yang memutuskan berhenti di sebuah rest area terpencil.
Keputusan sederhana itu justru mengubah perjalanan mereka menjadi mimpi buruk.
Tempat yang seharusnya sekadar persinggahan, perlahan menyingkap misteri gelap dan dosa masa lalu yang tidak bisa mereka hindari.
Ketegangan semakin memuncak dengan hadirnya Hantu Kresek, sosok menyeramkan dengan wajah tertutup plastik hitam.
Makhluk gaib ini tidak hanya menebar teror, tetapi juga menjadi simbol dendam yang menuntut balas atas ketidakadilan.
Poster film Rest Area. (Dok. Instagram Restarea).
Penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana rasa takut bukan hanya datang dari luar, melainkan juga dari sisi gelap dalam diri manusia.
Berikut sinopsis film Rest Area:
Film Rest Area tidak sekadar menampilkan hantu untuk memancing ketakutan.
Menurut sang sutradara, teror yang dihadirkan juga menyentuh ranah psikologis, di mana rahasia kelam setiap tokoh perlahan terbongkar.
Ketakutan hadir bukan hanya dari makhluk gaib, melainkan juga dari masa lalu yang menghantui.
Baca juga: Trailer “Tumbal Proyek” Dirilis, Angkat Misteri dan Duka di Balik Proyek Besar
Produser Dendi Reynando menjelaskan bahwa plastik kresek yang menutupi wajah sang hantu dipilih bukan tanpa alasan.
Simbol itu menggambarkan luka dan dendam yang sulit hilang, layaknya sampah plastik yang tidak mudah terurai.
Dalam cerita, hantu tersebut menjadi representasi keadilan atas ketimpangan sosial yang selama ini dirasakan masyarakat kecil terhadap mereka yang memiliki hak istimewa.
Film ini dibintangi deretan aktor muda berbakat seperti Lutesha, Ajil Ditto, Chicco Kurniawan, Julian Jacob, Lania Fira, Haydar Salishz, dan Afrian Arisandy.
Salah satu momen menarik datang dari pengalaman Chicco Kurniawan yang mengaku harus bekerja ekstra saat beradu akting dengan Lutesha.
Meski sudah saling mengenal dekat, keduanya tetap menghadapi tantangan dalam membangun dinamika karakter.
"Poin marahnya tuh jadi buat nutupin banyak insecure-an karakter si Teo ini," ungkap Chicco saat konferensi pers di Jakarta Selatan.
Baca juga: Horor Lokal Menggila! “Tragedi di Tanah Dayak” Raup Jutaan Viewer di Medsos
Ia menilai konsentrasi Lutesha dalam mendalami peran justru membuat chemistry mereka semakin kuat di layar.
Horor dengan Pesan Sosial
Aditya Testarossa menegaskan bahwa Rest Area bukan hanya film horor yang menyuguhkan jump scare.
Ia ingin menghadirkan pengalaman berbeda dengan menyoroti dosa, rahasia, dan konsekuensi moral para tokoh.
Film ini juga menjadi refleksi bahwa ketakutan terbesar sering kali lahir dari dalam diri sendiri, bukan hanya dari sosok gaib yang menakutkan.
Dengan perpaduan teror supranatural, konflik psikologis, serta simbolisme sosial, Rest Area menjanjikan pengalaman menonton horor yang lebih dari sekadar rasa kaget.
Film ini akan menguji nyali sekaligus mengajak penonton merenungkan makna di balik setiap misteri yang terbuka di rest area penuh teror.
Editor : Zain Ahmad
