Sprint Race GP Catalunya 2025 (MotoGP)
Barcelona, mili.id – Sprint Race Grand Prix Catalunya, Sabtu (6/9/2025), menghadirkan drama penuh tensi tinggi. Alex Marquez yang start dari posisi terdepan sempat mendominasi jalannya balapan, namun akhirnya justru harus merelakan kemenangan setelah terjatuh di tikungan 10 pada empat lap terakhir.
Alex sejatinya tampil impresif sejak lampu start padam, langsung melesat menjauhi para pesaingnya. Di belakangnya, duel sengit terjadi antara Fabio Quartararo dan Marc Marquez untuk merebut posisi kedua. Quartararo sempat kehilangan tempatnya, tetapi berhasil membalas sebelum akhirnya kembali disalip Marc yang tampil agresif.
Baca juga: Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi 16, Finis Top 8 di Moto3 Italia 2026
Pertarungan makin panas ketika Marc Marquez sempat melorot ke posisi keempat akibat bersentuhan dengan Pedro Acosta. Namun, pengalaman juara dunia itu membuatnya tetap tenang, hingga akhirnya kembali ke jalur perebutan podium.
Balapan juga diwarnai insiden yang membuat beberapa pembalap tersingkir. Jorge Martin dan Franco Morbidelli harus masuk paddock setelah terlibat senggolan di lap 7. Sementara itu, Marco Bezzecchi dan Fermin Aldeguer juga gagal finis akibat tabrakan.
Baca juga: Aldeguer Juara di Mandalika, Marquez dan Bezzecchi Tumbang di Tikungan Awal
Puncak drama terjadi saat Alex Marquez, yang terlihat begitu dekat dengan kemenangan, kehilangan kendali di tikungan 10. Terjatuhnya Alex membuat jalur kemenangan terbuka lebar bagi sang kakak, Marc Marquez, yang akhirnya melintasi garis finis pertama. Fabio Quartararo finis kedua, sedangkan Fabio Di Giannantonio tampil mengejutkan dengan merangsek ke podium ketiga.
Di luar perebutan podium, persaingan sengit terjadi antara tiga pembalap KTM: Pedro Acosta, Enea Bastianini, dan Brad Binder. Ketiganya saling adu strategi, hingga akhirnya Acosta sukses mengamankan posisi keempat, diikuti Bastianini dan Binder.
Baca juga: Kutukan Mandalika Berlanjut, Marc Marquez Kembali Dua Kali Jatuh di Sesi Practice
Sprint Race Catalunya ini membuktikan sekali lagi bahwa balapan MotoGP selalu penuh drama dan tak bisa diprediksi—di mana peluang bisa berubah dalam sekejap, bahkan bagi sang pemimpin lomba.
Editor : Muhammad
