Ilustrasi/dok. mili.id
Surabaya, mili.id - Prestasi nasional siswa di Jawa Timur mencapai 5.098 medali, hingga menjadi yang tertinggi se Indonesia sepanjang Tahun 2024.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, total medali yang diraih siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Timur mencapai 5.098 medali, baik SD, SMP, SMA, SMK, dan diksus.
Baca juga: Khofifah Optimis Prestasi Siswa Jatim Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045
Perolehan medali tersebut menempatkan Jatim di posisi puncak nasional.
Peringkat kedua ditempati Jawa Tengah dengan 4.553 medali, ketiga DKI Jakarta dengan 3.796 medali. Disusul DIY dengan perolehan 3.371 medali dan kelima Jawa Barat dengan 2.886 medali.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pencapaian itu menjadi bukti bahwa provinsi ini memiliki potensi dan daya saing talenta muda yang luar biasa.
Juga mencerminkan keberhasilan pola pembinaan yang konsisten dan kolaboratif antara sekolah, guru, orang tua, serta pemerintah daerah.
"Anak-anak kita keren dan luar biasa. Mereka menunjukkan tekad dan semangat yang besar untuk terus berprestasi dan membawa nama baik Jawa Timur di ajang-ajang nasional. Kita sedang menyiapkan mereka untuk menjadi talenta kompetitif di tingkat nasional bahkan global," ujar Khofifah dikutip Kamis (10/7/2025).
Dia menyampaikan, dominasi prestasi Jatim tak hanya terlihat dari jumlah medali, tapi juga konsistensinya dalam berbagai ajang nasional.
Terbukti, di berbagai kompetisi Kemendikdasmen yang digelar Balai Pengembangan Talenta Indonesia-Pusat Prestasi Nasional (BPTI-Puspresnas), Jatim meraih total 56 medali, terdiri dari 13 emas, 22 perak, dan 21 perunggu pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024.
Jatim juga sukses mempertahankan gelar Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) jenjang SMK 2024. Dalam ajang ini, para siswa SMK menyumbangkan 15 medali emas, 10 perak, 4 perunggu, dan 8 Medallion for Excellence (MoE).
Prestasi membanggakan lainnya diraih dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024, di mana Jatim kembali menyabet gelar juara umum.
Di ajang ini, siswa jenjang SMA berhasil meraih 2 medali emas, 3 perak, dan 5 perunggu, sedangkan siswa jenjang SMP/MTs menyumbang 3 medali emas, 4 perak, dan 7 perunggu, sehingga total medali yang diraih mencapai 23 medali.
"Prestasi anak-anak kita ini patut apresiasi dan diperhitungkan. Mudah-mudahan torehan membanggakan ini dapat menjadi cambuk motivasi untuk terus mengembangkan potensi terbaik para murid-murid kita yang belum berkesempatan meraih prestasi," terang dia.
Khofifah menambahkan, Jatim kini tengah mempersiapkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti berbagai ajang bergengsi tingkat nasional, seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI).
Kemudian Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Penelitan Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP dan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Khofifah berkomitmen mendukung penuh potensi dan talenta terbaik para murid yang akan bertanding mewakili Jawa Timur. Dalam waktu dekat, para murid yang lolos pada seleksi provinsi LKS Dikmen akan bertanding di tingkat nasional. Dengan harapan, Jatim bisa mempertahankan gelar Juara Umum ketiga kalinya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai menegaskan bahwa dukungan terhadap siswa-siswi berprestasi terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan pelatihan terstruktur melalui training center (TC) menjelang kompetisi nasional.
"Kami saat ini fokus pada pelaksanaan TC untuk LKS Dikmen. Pembinaan ini mencakup peningkatan keterampilan teknis dan kesiapan psikologis siswa agar lebih percaya diri dan fokus saat berlaga," ungkap Aries.
Aries menambahkan, dengan capaian luar biasa ini, Jatim semakin kokoh sebagai barometer pendidikan nasional. Ia menyebut bahwa Jatim tidak hanya unggul dalam kuantitas medali, tetapi juga dalam kualitas dan kesinambungan prestasi.
"Prestasi yang diraih ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai kiblat pendidikan nasional. Kami akan terus menjaga ritme dan komitmen ini untuk mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing di level dunia," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
