Sindikat Penipuan Deepfake Catut Gubernur Jatim Khofifah, 3 Pelaku Ditangkap

Sindikat Penipuan Deepfake Catut Gubernur Jatim Khofifah, 3 Pelaku Ditangkap © mili.id

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok. mili.id)

Surabaya, mili.id - Sindikat penipu yang mencatut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan teknologi AI deepfake dibongkar polisi.

Tiga pelaku penipuan berhasil ditangkap di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Rabu, 16 April 2025.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon di Malang, Genjot Produktivitas dengan Target 54.897 Hektar di Tahun 2026

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim Ditressiber Polda Jatim mengungkap penyalahgunaan teknologi AI deepfake di media sosial TikTok.

"Ditressiber Polda Jawa Timur berhasil mengungkap terkait penggunaan AI deepfake Gubernur Jawa Timur di media sosial TikTok," ungkap Himawan dalam laman Divhumas Polri, Jumat (25/4/2025).

Himawan menjelaskan, para pelaku membuat beberapa akun palsu yang menyerupai Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mereka memanipulasi video menggunakan teknologi AI deepfake agar tampak autentik dan kemudian menyebarkannya untuk menipu masyarakat.

"Modusnya menawarkan pembelian sepeda motor dengan harga murah dan mendapatkan keuntungan," ujar Himawan.

Ia menegaskan bahwa Dittipidsiber Bareskrim Polri bersama jajaran Polda akan terus melakukan upaya pencegahan melalui patroli siber. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi AI dalam tindak pidana penipuan.

Baca juga: Jawa Timur Terima Penghargaan KPK RI; Gubernur Khofifah : Bukti Komitmen Wujudkan Implementasi E-Learning ASN Berintegritas

"Oleh karena itu, kami selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini dengan selalu memverifikasi informasi dari sumber-sumber terpercaya," papar Himawan.

Sebelumnya, Dittipidsiber Bareskrim Polri juga menangkap dua pelaku penipuan menggunakan teknologi deepfake AI yang mencatut wajah Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya. Dua pelaku tersebut berinisial AMA dan JS.

AMA ditangkap pada Kamis, 16 Januari 2025 lalu. Dalam empat bulan operasi, AMA berhasil menipu 11 orang dan meraup keuntungan Rp30 juta melalui video deepfake.

Sementara JS ditangkap di kediamannya di Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Selasa, 4 Februari 2025, sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Khofifah Ajak Gereja Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Soroti Ancaman Pinjol dan Kesehatan Mental

Penangkapan JS merupakan pengembangan dari kasus AMA. Pelaku meraup keuntungan Rp65 juta dari 100 korban yang tersebar di 20 provinsi, dengan sebaran terbanyak berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua.

Modus JS adalah mengunggah video manipulasi wajah Presiden Prabowo menggunakan AI deepfake dengan narasi pemberian bantuan pemerintah.

Polri mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi visual di media sosial tanpa verifikasi yang jelas.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait