3 Pelajar SMP 7 Mojokerto Tewas di Pantai Drini Gunungkidul, Begini Cerita Orangtua

3 Pelajar SMP 7 Mojokerto Tewas di Pantai Drini Gunungkidul, Begini Cerita Orangtua © mili.id

Mas Pj Ali Kuncoro menyambangi rumah duka MYA, pelajar SMPN 7 Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Orangtua salah satu pelajar SMP 7 Mojokerto yang tewas terseret ombak Pantai Drini Gunungkidul, Yogyakarta membagikan ceritanya.

Ayah dan ibu korban MYA, siswa kelas 7C SMPN 7 Kota Mojokerto terlihat pasrah menanti jenazah anaknya tiba di rumah duka Balongrawe, Gang Al Azhar, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Kepada Pj Walikota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro (Mas Pj), suami istri menceritakan keberatannya atas keberangkatan sang putra mengikuti outing class ke Pantai Drini.

Yosep (44), ayah MYP mengaku telah melarang anak keduanya itu untuk mengikuti outing class ke luar kota.

Namun, kakak kandung Yosep memberikan uang kepada korban MYP, agar bisa ikut ke Yogyakarta bersama teman-temannya.

Korban kemudian berangkat menggunakan bus bersama 256 siswa lainnya dan 16 guru pendamping sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (27/1/2025). Total ada 5 bus yang digunakan.

"Iya rekreasi (outing class). Sempat dilarang, itu ada kakak saya yang membayari dia. Saya tidak mengizinkan untuk ikut," papar Yosep.

Bukan tanpa alasan ayah 3 anak ini dan istrinya melarang sang putra ke Yogyakarta.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Ibu korban, Istiqomah mengaku khawatir dengan tujuan outing class ke pantai yang langsung berhadapan dengan Samdura Hindia itu.

"Keberatan tujuannya ke pantai, cuaca kan ngaruh," ungkap Istiqomah berlinang air mata.

Dia mengaku, sang anak sempat pamit ke pakdenya, dengan ucapan 'Saya Mau Pulang'. Ternyata ucapan itu menjadi kata perpisahan terakhir.

"Pamitnya ke pakdenya, katanya "saya mau pulang". Padahal dia mau berangkat rekreasi," tutur Istiqomah.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Sementara Mas Pj menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dia juga memberikan santunan sebagai bentuk dukungan moril dari Pemkot Mojokerto.

"Pemerintah Kota Mojokerto turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Mas Pj.

Pemkot Mojokerto bergerak cepat sejak insiden terjadi. Kepala Dinas Pendidikan langsung menuju lokasi kejadian untuk mendampingi korban serta mengawal kepulangan jenazah hingga ke rumah duka.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait