Misteri Kembang Api dalam Ledakan di Mojokerto: 2 Orang Tewas, 10 Rumah Rusak

Misteri Kembang Api dalam Ledakan di Mojokerto: 2 Orang Tewas, 10 Rumah Rusak © mili.id

Rumah polisi yang jadi sumber ledakan di Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Tiga selongsong kembang api yang ditemukan polisi dalam rumah Aipda Maryudi, yang menjadi sumber ledakan di Mojokerto, masih menjadi misteri.

Ledakan dari rumah polisi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto itu menyebabkan dua orang tewas, dan 10 rumah rusak.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

"Jadi ada tiga buah selongsong sisa kembang api atau sreng dor," ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, Selasa (14/1/2025).

Selain itu, Tim Labfor Polda Jatim mendapati 5 unit handphone, 1 lembar STNK, serpihan kertas, 1 unit mesin cuci dalam kondisi rusak berat, 4 unit kapasitor, 2 tabung gas elpiji 3 kilogram di dalam rumah, dan 3 tabung gas elpiji 3 kilogram berada di luar reruntuhan rumah.

"Kemudian ada tiga buah tabung gas elpiji yang kita temukan pasca ledakan yang berada di sekitaran rumah, bukan di dalam rumah, bukan di dalam reruntuhan," beber Ihram.

Dua korban tewas dalam ledakan ini adalah ibu dan anak, yaitu Luluk Sudarwati (40) dan Kaffa (2) tewas, yang rumahnya berada di belakang rumah Aipda Maryudi.

Sementara 10 rumah terdampak, mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

Rumah yang ditempati korban tewas, mengalami kerusakan hingga 60%. Begitu pula rumah Aida Maryudi yang sehari-hari bertugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto.

Sedangkan, 8 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Yakni milik Khoirul, Ahmad Mulyono, Wiwik, Doni, Warsono, Parsi, Sugianto, dan Kusnadi.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

"Sepuluh rumah, dua rusak berat, dua rusak sedang, dan enam rusak ringan," beber Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Mojokerto, Sadillah pada Senin (13/1/2025) di lokasi.

Rumah Aipda Maryudi yang diduga menjadi pusat ledakan terlihat sudah tertutup terpal berwarna biru sekitar pukul 07.17 WIB, Selasa (14/1/2025).

Garis polisi juga masih terpasang di sekitar area terdampak ledakan. Warga masih berdatangan ke lokasi kejadian.

Ledakan maut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (13/1/2025). Kuatnya ledakan membuat rumah Aipda Maryudi hancur hingga 95%.

Aipda Maryudi diamankan Propam Polres Mojokerto sekitar pukul 11.47 WIB hari itu. Ia menjalani pemeriksaan internal maupun oleh Satreskrim Polres Mojokerto.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Identifikasi dan olah TKP melibatkan Tim Labfor Polda Jatim, Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, serta Tim Gegana Brimob.

Bahkan, alat berat atau ekskavator didatangkan untuk menyingirkan retuntuhan dari rumah Aipda Maryudi hingga dini hari.

Informasi terbaru, kasus tersebut sedang ditangani Polda Jatim, dalam hal ini Ditreskrimum.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait