Pesawat Perintis Komersial. (Atta/mili.id)
Jember, mili.id - Operasional pesawat perintis komersial Bandara Notohadinegoro Jember ditiadakan. Hal ini dilakukan untuk efisiensi anggaran di bidang perhubungan udara.
Kepala Dishub Jember Agus Wijaya mengatakan, Bandara Notohadinegoro saat ini hanya dilakukan penerbangan carter sesuai dengan permintaan calon penumpang pesawat.
"Jadi kita dapat berita beberapa minggu yang lalu dari Kementerian Perhubungan Udara, bahwa dengan adanya efisiensi anggaran untuk di bidang perhubungan udara, ini ada pengurangan," kata Agus, Jumat (27/12/2024).
Namun demikian, dengan adanya efisiensi anggaran tersebut. Bandara Notohadinegoro-Jember berupaya untuk tetap mengoptimalkan kebutuhan angkutan perhubungan udara.
Salah satunya kata Agus, dengan menggandeng maskapai pesawat swasta yang ada di Jember untuk tetap beroperasi dengan penawaran-penawaran promo penerbangan yang mudah dijangkau namun secara carter.
Adanya efisiensi anggaran itu, lanjutnya, sejumlah aktifitas pesawat perintis yang terbang dari Bandara Notohadinegoro-Jember ada yang dikurangi dan ditiadakan.
"Khususnya Bawean menuju Sumenep yang tadinya tiga menjadi dua, dua menjadi satu, dan kita dari Jember itu ada satu pesawat tapi dua kali penerbangan. Nah saat ini ditiadakan," sambungnya.
Kemudian terkait optimalisasi kebutuhan angkutan perhubungan udara. Untuk tetap mengaktifkan keberadaan Bandara Notohadinegoro. Agus melakukan koordinasi dengan penawaran ke maskapai penerbangan swasta.
"Jadi kita mencoba dengan maskapai swasta yang ada. Kebetulan memang di Bandara Jember yaitu menjadi home base. Home base dari maskapai pesawat PT. Numpak Mabur Aviation (Numa) yang kebetulan kita tawarkan dan kita coba untuk bisa membantu demand dari masyarakat Jember yang ke Sumenep ataupun dari Sumenep ke Bawean," ungkapnya.
"Berikutnya nanti, kita juga akan mencoba dengan pesawat yang kepunyaan swasta ini, ini dari Jember ke Surabaya (berjalan saat libur Nataru 2024-2025 saat ini). Kemudian nantinya, dari Surabaya-Sumenep, dan Sumenep-Bawean. Artinya kita mencari supaya tidak ada kekosongan yang ada di Bandara Jember. Insyaallah kalau Januari sudah selesai, kita akan coba langsung dengan Jember-Surabaya, Surabaya-Sumenep, Sumenep-Bawean," sambungnya.
Lebih lanjut terkait penerbangan carter tersebut, kata Agus, pihaknya berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Gresik dan Sumenep.
"Untuk penerbangan menggunakan jenis pesawat Cessna dengan kapasitas tiga orang dan satu pilot. Pertimbangan jalur penerbangan ini, karena demand nya (tingkat permintaan) tinggi. Apalagi di Pulau Bawean itu," ujarnya.
"Untuk penerbangan komersial (rute umum), kita masih melihat perkembangan. Saat ini yang kita jadikan perhatian. Untuk rute perintis, dengan pertimbangan pesawat carter. Menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Perlu diketahui sebelumnya, terkait penerbangan pesawat perintis dengan angkutan udara carter pesawat. Sudah ada penawaran penerbangan dari pihak swasta. Rute penerbangan itu untuk rute Jember-Surabaya dengan harga promo selama libur Nataru 2024-2025.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Editor : Achmad S
