Dua Hari Terendam Banjir, Warga di Pasuruan Ngaku Belum Tersentuh Bantuan

Dua Hari Terendam Banjir, Warga di Pasuruan Ngaku Belum Tersentuh Bantuan © mili.id

Banjir di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan (Foto: Dofir/mili.id)

Pasuruan - Korban banjir di Pasuruan mengaku belum tersentuh bantuan apapun, meski sudah dua hari rumahnya terendam.

Keluhan itu disampaikan warga Dusun Lirboyo, Desa Rejosolor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

"Sudah dua hari ini pemukiman kami diredam banjir. Namun belum ada bantuan sama sekali dari pihak pemerintah ataupun dari pihak lainnya," ungkap Hayyin (32), warga setempat, Minggu (8/12/2024).

Menurut Hayyin, warga memasak dan makan seadanya.

"Untuk makan ya kami seadanya, memasak dari sisa bahan makanan yang dikumpulkan di rumah warga. Kita masak dan kita makan bersama-sama," beber dia.

Hayyin menambahkan bahwa hingga hari ini warga belum bisa beraktivitas keluar rumah, karena ketinggian air masih setinggi dengkul orang dewasa. Warga juga masih sibuk mengamankan barang-barang rumah tangga.

Baca juga: Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Tutur Ikut Rawat Ladang Jagung Warga

Banjir di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan (Foto: Dofir/mili.id)Banjir di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan (Foto: Dofir/mili.id)

"Warga tidak bisa beraktivitas ke mana-mana, karena air masih tinggi. Warga juga masih siaga untuk mengamankan barang-barang mereka. Khawatir turun hujan lagi dan air menjadi semakin tinggi," beber dia.

Hayyin dan warga terdampak banjir lainnya berharap pemerintah bisa segera mencarikan solusi. Karena daerah tersebut selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Baca juga: Polisi Turun ke Sawah, Pantau Tanaman Hortikultura demi Ketahanan Pangan Nasional

"Sehingga kami tidak selalu menjadi langganan tahuan banjir. Apalagi saat banjir tidak ada bantuan logistik makanan seperti sekarang ini," harapnya.

Sementara Abdul Hamid (30), warga setempat lainnya mengungkapkan bahwa untuk menghilangkan kejenuhan menghadapi banjir, banyak warga yang memanfaatkan untuk membuat konten.

"Kami sudah terbiasa setiap tahun kebanjiran. Jadi biar tidak jenuh, sebagian warga berusaha menikmati dan menghibur diri dengan membuat konten banjir," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait