Umiati didampingi anaknya Aurief di rumahnya. (Istimewa)
Surabaya - Rumah milik Umiati (50) di Jalan Putat Gede Barat gang II, dilempar palu dan dibakar menggunakan bensin oleh diduga pelaku suaminya sendiri SN, Senin (26/8/2024).
Ibu dua anak itu menduga pelaku pembakaran rumahnya bukan orang lain namun suaminya sendiri asal Kabupaten Nganjuk.
Umiati mengatakan, sebelum peristiwa pembakaran itu terjadi, pada Minggu (25/8/2024) sore SN membuat status di WhatsApp yang berisi tulisan akan membakar rumah saat malam hari. Status SN juga diketahui oleh para tetangga.
"Sampai ada yang berjaga-jaga di sekitar rumah. Warga sempat melihat suami saya duduk-duduk di rumah warga, di Putat Gede Barat Gang V sampai ketiduran. Namun ditunggu sampai pukul 23.00, WIB tidak melihat pelaku membakar rumah saya," kata Umiati, Kamis (29/8/2024).
Sekitar pukul 03.00 WIB, saat semua warga lengah, dan korban serta dua anaknya berada di dalam, terduga pelaku melempar kaca jendela rumah menggunakan palu hingga kacanya pecah. Kemudian kamarnya dibakar pakai bensin.
Disaat api mulai membakar kain jendela dan tempat tidur, Umiati yang waktu itu tidur di kamar spontan terbangun kemudian membangunkan kedua anaknya untuk memadamkan api. Beberapa tetangga yang mengetahui kebakaran itu juga ikut membantu memadamkan.
Setelah membakar melempar dan membakar rumahnya, SN kabur. Bahkan sempat update status di whatsapp jika menyerahkan diri ke Mapolsek Sukomanunggal dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer.
Sedangkan Umiati melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukomanunggal, dan di kantor polisi tersebut tidak menemukan SN.
"Suami saya hanya mengalihkan perhatiannya saja melalui status di WhatsApp-nya untuk mengecoh. Padahal dia tidak menyerahkan diri," pungkasnya.
Sebelumnya, Polisi memastikan pelaku pembakaran rumah istri di Surabaya yang videonya viral setelah di posting akun TikTok @aldrakirto_ belum menyerahkan diri.
Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik mengungkapkan bila pelaku melarikan diri dan kini masih dalam proses pencarian.
"Yang bersangkutan tidak menyerahkan diri, tapi melarikan diri. Dalam proses pencarian," kata Zainur saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2024).
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Editor : Achmad S
