Ilustrasi (iStock: Aoraee)
Mili.id - Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) atau Timor Leste terletak di bagian timur Pulau Timor, Asia Tenggara. Timor Leste dulunya bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan nama Provinsi Timor Timur.
Namun akhirnya pada 20 Mei 2002, mereka melepaskan diri dari Indonesia. Kemudian, memutuskan memakai nama Portugis Timor Leste.
Baca juga: Momen Kebersamaan Pemimpin Bangsa Warnai Gelar Griya Idulfitri Presiden Prabowo
Sebelum memutuskan pisah dari NKRI, Presiden Indonesia ketiga, yaitu BJ Habibie mengajukan Referendum Timor Timur ke Sekretaris Jenderal PBB. Hasil tersebut diumumkan pada 30 Agustus 1999.
Faktor-Faktor Lepasnya Timor Timur dari NKRI ini menegaskan bahwa Referendum Timor Timur dilaksanakan, karena pemerintah saat itu ingin memberikan pilihan bagi provinsi tersebut agar mempunyai otonomi.
(Sejarah Referendum Timor Timur)
Bermula dari adanya kemerosotan perekonomian di Indonesia. Hal ini membuat upaya mempertahankan subsidi moneter, bagi provinsi yang tidak diimbangi dengan manfaat bagi Indonesia, sehingga membuat rugi.
Hal itulah yang mendorong Presiden BJ Habibie untuk memberikan pilihan bagi provinsi yang bukan bagian dari batas asli Indonesia sejak kemerdekaan 1945 untuk mempunyai otonomi yang lebih besar.
Pilihan tersebut juga selaras dengan program demokratisasi umum yang diancangkan, setelah masa Presiden Soeharto berakhir.
Sebagai kelanjutan dari proses tersebut, PBB akhirnya menggelar pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Portugis (otoritas kolonial atas Timor Timur).
Baca juga: Prabowo Temui Pimpinan Ormas Islam di Hambalang, Bahas Persatuan dan Tantangan Bangsa
Lalu pada 5 Mei 1999, pertemuan tersebut menghasilkan persetujuan antara Indonesia dan Portugis atas masalah Timor Timur.
Akhirnya, referendum pun perlu dilakukan untuk menetapkan bahwa Timor Timur apakah bagian dari Indonesia sebagai wilayah otonomi khusus atau terpisah.
(Hasil Referendum Timor Timur)
Terdapat dua pertanyaan yang diajukan pada Referendum Timor Timur, yaitu:
1. Apakah Anda menerima otonomi khusus bagi Timor Timur dalam NKRI?
Baca juga: Presiden: Usut Tuntas Tewasnya Driver Ojol Terlindas Rantis pada Insiden Demonstrasi
2. Apakah Anda menolak otonomi khusus bagi Timor Timur yang menimbulkan pemisahan Timor Timur dari Indonesia?
Hasil Referendum Timor Timur pun akhirnya diumumkan pada 30 Agustus 1999, yaitu sebanyak 94.388 suara atau setara dengan 21,5% orang menerima pernyataan tersebut.
Sementara itu, sebanyak 344.580 suara atau setara dengan 78,5% orang menolak pernyataan tersebut. Dengan begini, dinyatakan bahwa Timor Timur bukan lagi termasuk ke dalam wilayah Indonesia.
Hasil Referendum Timor Timur tersebut disepakati dalam Sidang MPR pada 19 Oktober 1999.
Editor : Aris S
