Pastikan Kesiapan Imlek, Ganjar Sambangi Kelenteng Tertua

Pastikan Kesiapan Imlek, Ganjar Sambangi Kelenteng Tertua © mili.id

Ganjar saat mengecek kesiapan Kelenteng tertua di Indonesia, Tien Kok Sie

Mili.id - Di sela kegiatan motoran ke Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyempatkan mampir ke Kelenteng tertua di Indonesia, Tien Kok Sie di Pasar Gedhe Surakarta, Minggu (30/1). 

Hal itu dilakukan untuk memastikan persiapan pelaksanaan Imlek pada lusa berjalan baik dan sesuai protokol kesehatan. Ganjar langsung disambut oleh sejumlah pengurus kelenteng dan beberapa umat Tri Dharma yang sedang berdoa.

Baca juga: Festival Cian Cui Meriahkan Imlek 2026, Simbol Harmoni Budaya dan Kepedulian Lingkungan di Kepulauan Meranti

"Saya lagi di kelenteng di Solo yang diperkirakan paling tua di Indonesia, kelenteng yang katanya dibangun tahun 1745-1748, sejarahnya dulu tanahnya dikasih Keraton Solo dan dibangun bareng dengan Keraton Kasunanan. Ini cukup tua," katanya.

Karenanya, Kelenteng tersebut sering menjadi jujugan umat Tri Dharma saat perayaan Imlek. 

"Dan ternyata untuk perayaan Imlek besok sudah disiapkan dengan prokes yang bagus. Jumlah jamaahnya dibatasi dan diatur ketat." ujar Ganjar

Ia menyatakan bahwa tahun lalu tidak ada perayaan imlek, tapi untuk besok boleh namun terbatas. 

Baca juga: Icha Yang Ajak Warga Jakarta Bernyanyi Bersama di Harmoni Imlek Nusantara

"Dukungan dan kesadaran masyarakat seperti ini patut diapresiasi. Mudah-mudahan pelaksanaan Imlek besok berjalan lancar," pungkasnya.

Sementara, Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie, Sumantri Dana Waluya mengatakan, persiapan pelaksanaan Imlek tidak ada yang spesial. 

Menurutnya, semua sama dengan persiapan Imlek tahun-tahun sebelumnya. Untuk pengunjung selama Imlek lanjut dia, akan dibatasi. Hanya sekitar 10-15 persen dari jamaah saja yang boleh beribadah ke kelenteng.

Baca juga: Long Weekend Jelang Imlek 2026, Tiket Kereta Diburu untuk Silaturahmi Sebelum Ramadan

Dia yakin pelaksanaan Imlek bisa dilakukan dengan prokes ketat.

"Tapi kita besok melaksanakan kegiatan dengan prokes yang sangat ketat. Karena kita tidak mau kalau di kelenteng ini ada masalah. Nanti kita juga ada penjaga di depan pintu masuk, memastikan pengunjung tidak masuk kalau di dalam sudah penuh," imbuhnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait