Pangdam V/Brawijaya Sambut 126 Prajurit Baru TNI AD Siap Bela Negara
Kamis, 15 Agu 2024 14:57 WIBPangdam V/Brawijaya menekankan bahwa sebagai prajurit tamtana, mereka memiliki peran penting dalam mendukung tugas satuan.
Pangdam V/Brawijaya menekankan bahwa sebagai prajurit tamtana, mereka memiliki peran penting dalam mendukung tugas satuan.
“Kepada pejabat baru, diharapkan bisa segera menyesuaikan diri, dan berani mengambil keputusan,” Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay.
Rakor ini digelar dengan tujuan mewujudkan ketertiban selama berlangsungnya Pilkada serentak di Jatim.
Acara serah terima jabatan itu, ditandai dengan adanya tradisi penerimaan warga yang dilakukan langsung oleh Danrindam V/Brawijaya, Kolonel Inf Mukhamad Albar.
"Saya sangat mengapresiasi kinerja RS Tk II dr Soepraoen yang telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan kesehatan dan kinerja keuangan," ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granaday Baay.
Kunjungan kerja itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya darurat pangan di wilayah.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay secara virtual mengikuti peresmian 2664 titik sumber air dalam Program TNI AD Manunggal Air.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa sertijab di lingkungan TNI AD dan Kodam V/Brawijaya merupakan hal penting dalam pengembangan organisasi.
Tanda kehormatan negara ini penting sekali untuk diketahui oleh seluruh prajurit.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro mendapatkan penghargaan sebagai Pembina Koperasi Andalan dalam Dekopin Award 2024.
MoU ini akan membuka peluang bagi UWP untuk belajar dan berbagi pengalaman dalam berbagai bidang.
Laboratorium tersebut merupakan apresiasi terhadap salah satu Dosen FH UWP yang juga Wakil Ketua ALHI, Dr Taufiqurrahman SH MHum, yang wafat pada 25 Mei 2024 silam.
Keberadaan personel kodim ditegaskan Mayjen TNI Rafael harus bisa menjadi solusi di tengah masyarakat.
"ini sudah kesekian kali kami melakukan koordinasi dalam rangka untuk mengawal dan mengamankan kegiatan satu suro dan suroan agung, yang digagas oleh PSHT dan PSHW," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto.
Polisi membeberkan dugaan penyebab terbakarnya Jembatan Brawijaya di Jalan Pakelan, Kota Kediri itu.