Sederet Fakta Operasi Senyap KPK di Pemkab Sidoarjo
Kamis, 01 Feb 2024 12:16 WIBKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi senyap di Pemkab Sidoarjo.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi senyap di Pemkab Sidoarjo.
Selain menyita uang asing dan tiga mobil, KPK juga membawa sejumlah dokumen yang disinyalir ada kaitannya dengan kasus dugaan pemotongan dan penerimaan dana intensif jasa di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah.
Sebelum penyidik KPK datang, diduga Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor meninggalkan kawasan Kantor Pemkab Sidoarjo.
Penggeledahan itu dilakukan usai upacara Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron sempat menyebut belum menemukan Bupati Muhdlor dan Kepala BPPD Ari Suryono saat menggelar operasi di Pemkab Sidoarjo.
"Saya enggak tahu kalau itu, kaitannya dengan itu (KPK) biar satu pintu ke Kepala BKD. Sudah saya pesankan langsung hubungi beliau," ucap Sekda Pemkab Sidoarjo Andjar Surdjadianto.
"Rp2,7 miliar dipungut yang bersangkutan SW, tetapi peruntukannya untuk kepala BPPD dan bupati. Tentu kepada dua orang ini, kami akan konfirmasi," terang Ghufron.
"Terhadap kasus ini, pihak-pihak lain masih terus dikembangkan," ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.
Lembaga antirasuah itu juga menyegel Kantor BPPD Pemkab Sidoarjo.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel Kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemkab Sidoarjo.
"Masih belum bisa kami sampaikan. Ada sekitar 10 orang yang diperiksa. Beberapa ASN. Masih berproses," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.