Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap KKB Male Telenggen di Puncak Jaya
Senin, 21 Jul 2025 13:00 WIB"Male Telenggen masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.
"Male Telenggen masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.
Satgas Pangan Polri memeriksa 25 produsen beras kemasan, sebagai upaya penyelidikan kasus dugaan pelanggaran mutu dan takaran.
Kaops Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani menyebut bahwa KKB yang melakukan penyerangan adalah pimpinan Kalenak Murib.
Miras tersebut disita dari Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Dari hasil identifikasi sementara, satu orang yang tewas itu merupakan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.
"Jangan takut melapor kepada pihak berwajib, ketika mengetahui peredaran miras," ujar Bupati Probolinggo, Gus Haris.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa pelaku diduga dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Aksi simpatik Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 itu dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua.
Tim gabungan mengecek ketersediaan dan harga berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.20 WIT itu direspons cepat oleh Tim Satgas Damai Cartenz-2025.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto melalui Kanit 5 Tipidek Iptu Toni Hariyanto mengatakan, pihaknya telah mengantongi nama beberapa CV pengemas yang diduga melakukan kecurangan.
Sidak ini merupakan tindaklanjut atas fenomena ketidaksesuaian isi dalam volume kemasan MinyaKita.
Tim Satgas Pangan Polda Jatim menemukan masalah MinyaKita saat sidak di Pasar Wonokromo, Surabaya.
Menurut Brigjen Helfi, tersangka melanggar berbagai aturan hukum, termasuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Pangan, dan KUHP.
Saat ini, pengawasan terhadap peredaran MinyaKita masih terus dilakukan guna memastikan produk yang beredar di masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.