Barang bukti ineks yang disita dari para tersangka saat pesta di room JW Club Karaoke Surabaya (Foto: Polda Jatim)
Surabaya - Manajemen JW Club Karaoke di Jalan Kalibokor Selatan, Surabaya membantah karyawannya terlibat pesta ineks bersama 6 orang di salah satu room hingga digerebek Ditresnarkoba Polda Jatim.
Sosok yang disebut sebagai karyawan JW Club Karaoke Surabaya itu berinisial HED (33).
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
"Perlu kami sampaikan bahwa HED saat ini bukanlah pegawai JW Club & Karaoke. Yang bersangkutan memang pernah bekerja di JW Club & Karaoke, tapi sudah dipecat, karena bermasalah. Saat penggerebekan, HED berstatus sebagai marketing freelance, bukan pegawai," ujar Manajer JW Club & Karaoke, Ferry Prasectionardi, Jumat (17/5/2024).
Sebagain informasi, marketing freelance memang tak memiliki ikatan kontrak seperti pekerja atau karyawan di perusahaan pada umumnya. Tugas marketing freelance ialah merencanakan dan menjalankan agenda pemasaran, sesuai permintaan perusahaan.
Bila HED memang marketing freelance sesuai pernyataan manajemen, patut diduga tamu yang hadir dan pesta ineks di JW Club Karaoke tersebut merupakan klien dari HED.
Meski demikian, Ferry menegaskan bila pihaknya tidak menyediakan atau memfasilitasi tamu maupun karyawan, dalam peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
Baca juga: Polresta Sidoarjo Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Dua WNA Ditangkap
"Saya tegaskan, kami tidak pernah menyediakan dan kita juga tidak pernah memfasilitasi peredaran narkoba di tempat kami," tegasnya.
Penggerebekan pesta ineks di salah satu room JW Club Karaoke Surabaya itu dilakukan Tim Unit I Subdit I Ditresnarkoba Polda Jatim pada Rabu (15/5/2024).
Selain menangkap 7 orang, termasuk satu orang PNS Dinkes Tulungagung, tim ini juga menyita dua butir ineks dan sisa bekas pakai.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Windy Syafutra mengatakan, 7 orang itu digerebek dalam room 9.
"Pengungkapan ini berdasarkan adanya laporan masyarakat sekitar yang sering melihat bahwa, tempat tersebut sering digunakan untuk penyalahgunaan narkotika jenis pil ekstasi. Dari 7 orang yang diamankan, satu di antaranya PNS," jelas Windy, Kamis (16/5/2024).
Editor : Narendra Bakrie
