Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 503/Mayangkara Koops Habema memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat Papua. (Foto : Yonif 503/Mayangkara for mili.id)
Papua- Aksi kemanusiaan dilaksanakan Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 503/Mayangkara Koops Habema dengan memberikan pengobatan gratis terhadap masyarakat Papua.
Pasalnya, kondisi wilayah pedalaman Papua khususnya di Kecamatan Batas Batu, Kabupaten Nduga Papua yang masih mengalami keterbatasan tenaga dan alat medis.
Baca juga: Update Harga Pangan Papua Barat: Minyak Goreng Curah Tertinggi Kenaikan
Sehingga banyak dari masyarakat yang kesulitan memeriksakan dirinya ketika sakit.
Komandan Pos Batas Batu Lettu Inf Galih Widiharyo sebagai penanggung jawab beserta tim kesehatan dengan tajuk "Sehat akan membawa senyum, senyum akan membawa kedamaian" turun langsung melayani masyarakat, Kamis (16/5/2024).
Lettu Inf Galih menjelaskan, pemeriksaan gratis merupakan salah satu program teritorial Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 503/Mayangkara.
"Pemeriksaan gratis kali ini dilaksanakan di depan Pos Batas Batu," ujar Lettu Inf Galih pada mili.id, Jumat (17/5/2024).
Baca juga: TNI Bantah Tembak Warga di Tembagapura, Sebut OPM Jadikan Tameng
Hal ini dilakukan, lanjut Lettu Inf Galih, mengingat dengan adanya pemeriksaan gratis ini, masyarakat Papua dapat memeriksakan dirinya, baik ketika sakit atau ingin pemeriksaan berkala sebagai deteksi dini dari berbagai penyakit.
Kegiatan layanan kesehatan gratis ini melayani pengobatan setiap hari selama 1x24 Jam.
"Tentunya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Batas Batu dan sekitarnya dan harapannya layanan kesehatan gratis ini dapat ikut berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat," bebernya.
Baca juga: Film ‘Pesta Babi’ Jadi Alarm: SPPB Serukan Persatuan Selamatkan Alam Papua
Alhasil, pemeriksaan gratis ini disambut gembira masyarakat setempat, salah satunya Bapak Daniel yang tidak bingung dan jauh saat berobat.
"Sangat senang sekali karena pos TNI melayani masyarakat berobat setiap hari, jadi kami tidak perlu bingung untuk berobat," pungkas Daniel salah satu masyarakat setempat.
Editor : Aris S
