Tebing Sungai Raharjo Tirto Longsor, Pemkab Mojokerto Bersurat ke Kementerian PUPR

Tebing Sungai Raharjo Tirto Longsor, Pemkab Mojokerto Bersurat ke Kementerian PUPR © mili.id

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati audiensi dengan Kepala BBWS Brantas Hendra Ahyadi di aula kantor BBWS Brantas Surabaya, pada Jumat (3/5/2024). Foto : dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto

Mojokerto - Tebing Sungai Raharjo Tirto di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto longsor hingga menyebabkan 8 rumah terdampak, untuk itu Pemkab Mojokerto diminta bersurat langsung ke Kementerian PUPR.

Hal ini disampaikan Kepala BBWS Brantas Hendra Ahyadi saat audiensi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di aula kantor BBWS Brantas Surabaya, pada Jumat (3/5/2024).

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Hendra menjelaskan, jika BBWS belum bisa melakukan pembangunan permanen, dikarenakan belum ada anggaran khusus yang disediakan di tahun 2024 ini.

"Sebelumnya kami sampaikan, kalau untuk pembangunan permanen, saat ini kami belum bisa. Karena memang belum ada anggaran khusus yang disediakan. Mungkin bisa kami tangani secara permanen untuk tahun depan," ujarnya.

Hanya saja, ia menambahkan, jika Kali Sadar masuk dalam Pengelolaan PJT sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2010. Dan secara darurat bisa ditangani dengan cepat oleh Kementerian PUPR.

"Sebenarnya untuk Kali Sadar masuk dalam Pengelolaan PJT sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2010. Jadi kalau diambil tengahnya kita bisa jika memang ini darurat. Sebaiknya ibu, bisa langsung bersurat ke bapak menteri PUPR agar hal dapat tertangani secara cepat. Ini nanti akan tetap kami dampingi untuk prosesnya," bebernya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Sementara itu, dalam laporannya, Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa kondisi saat ini di Desa Ngembeh sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, imbas dari tanah longsor tersebut membuat bagian belakang rumah rusak dan menggantung di atas Sungai Raharjo Tirto.

Sehingga, adanya tanah longsor, Ikfina pun meminta arahan kepada BBWS terkait penanganan yang tepat untuk menjamin keselamatan warga Desa Ngembeh.

"Ada beberapa titik yang kami ini butuh beberapa hal yang mungkin nanti dari BBWS seperti apa. Terkait sungai Ngembeh Dlanggu ini pak, longsor sudah menjadi sangat lebar, bahkan bibir sungai sudah memakan rumah warga, yang menjadi khawatir kami kalau tidak ada penanganan akan terus melebar," ujarnya.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Selain itu, Bupati Ikfina juga menambahkan, bahwa terdapat pula dua titik sungai yang menjadi atensi bersama. Hal tersebut, Ia sampaikan sebab beberapa waktu yang lalu pasca terjadinya hujan deras membuat tanggul sungai jebol dan mengakibatkan banjir.

Sehingga, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto juga meminta solusi terbaik kepada BBWS Jawa Timur untuk memberikan jaminan keselamatan bagi warga Bumi Majapahit.

"Yang terakhir kemarin sempat viral yang Pak Kapolres juga sampai turun, di Sungai Bangsal. Jadi ada 2 titik yang menjadi perhatian dan memang dampaknya juga luar biasa, Sungai yang ada di daerah Brangkal dan Bangsal. Jadi dari kami juga ingin meminta solusi mungkin dari BBWS seperti apa, kalaupun kami harus berkoordinasi dengan anda lagi, karena ini juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat," ucapnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait