25 April Hari Malaria Sedunia, Sebaran Masih Tinggi di Indonesia Timur

25 April Hari Malaria Sedunia, Sebaran Masih Tinggi di Indonesia Timur © mili.id

Ilustrasi (iStock: panom)

Mili.id - Setiap tanggal 25 April dunia memperingati sebagai World Malaria Day, atau Hari Malaria Sedunia.

Tujuan perayaan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global dalam mengendalikan dan memberantas Malaria.

Baca juga: Four Points by Sheraton Surabaya Gelar Trading Card Show Pertama di Surabaya

Sementara menurut data dari Kemenkes RI, pada tahun 2023 sebaran penyakit tersebut masih tinggi untuk wilayah Indonesia Timur, tepatnya di Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Papua merupakan wilayah tertinggi kasus persebaran malaria di kabupaten atau kota. Di tahun 2022 saja sebanyak 77.379 kasus ditemukan di Mimika, Kota Jayapura 27.436 kasus, Jayapura 17.676 kasus, Yakuhimo 12.099 kasus, dan Keerom 10.804 kasus.

Sedangkan, berdasar catatan World Health Organization (WHO) pada 2021, data komulatif malaria di Indonesia tembus di angka 811.636 estimasi kasus malaria baru, dan estimasi kematian akibat malaria mencapai 1.412 kasus.

Tentang Penyakit Malaria

Malaria merupakan penyakit yang serius dan cukup fatal. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang berasal dari nyamuk, yang menginfeksi jenis nyamuk tertentu, lalu menggigit manusia dan menyebarkannya melalui gigitan tersebut.

Biasanya, orang yang terserang penyakit malaria akan merasakan sakit yang parah. Gejalanya berupa demam tinggi, menggigil, dan mirip flu. Malaria bisa menjadi penyakit yang mematikan. Akan tetapi, penyakit dan kematian akibat penyakit tersebut dapat dicegah.

Berdasarkan keterangan dari Centers of Disease Control and Prevention (CDC), Pada tahun 2021 Malaria sudah membunuh 600.000 anak di seluruh dunia dan sebagian besarnya merupakan anak-anak.

Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak

Cara Pencegahan

Supaya tak terjangkit penyakit mematikan tersebut, tentunya cara utama yakni menghindari dan mencegah tubuh supaya terhindar dari gigitan nyamuk. Berikut langkah menghindari gigitan nyamuk:

1. Menggunakan lotion anti nyamuk atau obat pembasmi serangga.

2. Menutup jendela, pintu atau memasang kasa anti nyamuk supaya tak bisa masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta

3. Rajin menguras kamar mandi minimal satu minggu sekali, untuk menghindari telur nyamuk berkembang.

4. Rajin membersihkan selokan dan menguras genangan air.

5. Hindari penyimpanan air dalam gentong yang tidak memiliki tutup.

6. Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang, saat beraktifitas di luar rumah.

Editor : Aris S



Berita Terkait