Retakan Jalur Gumitir Jember Berpotensi Putus, Kendaraan Berat Diimbau Lewat Pantura

Retakan Jalur Gumitir Jember Berpotensi Putus, Kendaraan Berat Diimbau Lewat Pantura © mili.id

Petugas Polres Jember melihat kondisi retakan jalan di Jalur Gumitir. (Humas Polsek Sempolan for Mili.id)

Jember - Munculnya retakan di jalan nasional III Km 36, 800 (sebelumnya ditulis KM 334), yang menghubungkan Jember-Banyuwangi tepatnya di tikungan leter S Mbah Singo kawasan Gumitir Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember ini mengharuskan kendaraan yang melintas untuk lebih waspada.

Dengan mempertimbangkan kondisi jalan tersebut, Satlantas Polres Jember memberikan imbauan untuk kendaraan berat yakni roda 6 atau lebih untuk memutar lewat jalur lain.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

"Dari munculnya retakan jalan itu, kami berkoordinasi dengan BPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) untuk dilakukan penanganan. Karena ada penurunan di perkerasan aspal, untuk sementara pengalihan kendaraan berat ke jalan alternatif," kata Kasatlantas Polres Jember AKP Achmad Fahmi Adiatma saat dikonfirmasi di Jember, Minggu (21/4/2024).

Baca Juga:

Truk Bermuatan Ikan Terguling di Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi, Ini Penyebabnya

Dipaparkan oleh Fahmi bila kendaraan berat itu dengan kriteria sumbu 3 atau roda 6 lebih, atau muatan 32 ton ke atas, untuk nantinya lewat Jalur Pantura.

Terkait pengalihan arus ini, lanjut Fahmi, juga berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Banyuwangi.

"Sehingga nantinya meminimalisir terjadinya kemacetan di arus jalan. Apalagi nanti juga akan diberlakukan sistem buka tutup arus," katanya.

Terkait penanganan kecelakaan truk bermuatan ikan yang terjadi di lokasi yang sama, juga dilakukan proses evakuasi dan pembersihan bekas tumpahan ikan dibantu Relawan Gumitir dan Kelompok Relawan Ben Seromben.

Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim

"Kemudian untuk penanganan retakan jalan. Sedang proses penutupan retakan," ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan Kasatlantas Polres Jember, Kapolsek Sempolan (Silo) AKP M Na’i juga menambahkan informasi.

Terkait lokasi retakan jalan, diketahui jika di tempat yang sama pernah terjadi longsor sekitar dua tahun yang lalu.

"Di lokasi retakan badan dan bahu jalan tersebut, sebelumnya pada tanggal 22 Juli 2022. Pernah terjadi bencana alam pada bahu jalan dan tebing longsor yang mengakibatkan badan jalan di lokasi tersebut hanya bisa dilalui kendaraan Roda 2 dan Roda 4, pada separuh badan jalannya. Serta diberlakukan sistem arus buka tutup secara bergantian dari kedua arah," ujar Na'i.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Alun-alun Jember, MAKI Jatim Sulap Festival Kopi dan Tembakau Jadi Panggung UMKM Lokal

Dari kajian yang dilakukan polisi bersama BPJN, lanjutnya, panjang retakan jalan kurang lebih 100 meter.

"Dengan bentuk dan model retakan berbentuk melengkung, mengikuti alur jalan dari bahu jalan sisi kanan di Km 36, 750 melintang jalan sampai kebahu jalan sisi kiri di Km 36,800. Kemudian melintang badan jalan ke arah bahu jalan sisi kanan di Km 36,850 arah Jember-Banyuwangi kawasan gumitir," ulasnya.

Untuk penyebab munculnya retakan jalan itu, lebih lanjut kata Na'i, diduga akibat tingginya curah hujan yang turun selama sebulan terakhir.

"Juga banyaknya kendaraan besar yang mengangkut muatan, melebihi batas maksimal atau over load," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait