Letnan Merpati Anumerta (Foto: Wikipedia)
mili.id - Meski berlumur darah akibat tembakan, dengan sisa tenaga dan nyawanya, merpati itu tetap terbang demi menyampaikan pesan hingga tewas di depan komandan TRI.
Dialah Letnan Merpati. Seekor burung yang punya peran penting ketika pejuang Tentara Republik Indonesia (TRI) sedang menghadapi gempuran penjajah Belanda di Tahun 1946.
Dirangkum dari berbagai sumber, merpati itu menjadi hewan peliharaan dan dilatih TRI untuk menyampaikan pesan antar satuan.
Burung merpati tersebut memiliki tugas menghubungkan Satuan TRI yang berada di Ronggolawe Lamongan ke Satuan TRI di Surabaya pada Tahun 1946. Saking cerdiknya, burung itu menyandang pangkat Letnan.
Namun, peran penting Letnan Merpati diendus oleh Belanda, karena selalu terbang di waktu tertentu. Ketika itu Belanda kewalahan menghadapi TRI yang dicurigai mendapatkan pesan khusus.
Suatu ketika, Belanda mengerahkan penembak jitu dan membuat sang Letnan tertembak di bagian sayapnya. Berkat jasanya yang besar, pangkat Letnan Anumerta tersemat pada merpati itu.
Baca juga: Museum Nasional Rayakan HUT ke-248 Lewat Pameran Lampu dan Numismatik
Untuk mengenang jasanya, Letnan Merpati Anumerta tidak dikebumikan, tetapi diawetkan agar generasi penerus bisa menyaksikan perjuangan pejuang Indonesia.
Kini, Letnan Merpati Anumerta tetap bisa dilihat di Museum Brawijaya, Kota Malang.
"Burung merpati pos yang pernah digunakan sebagai kurir di daerah Komando Ronggolawe, Lamongan/Bojonegoro dengan front Surabaya pada Tahun 1946," seperti dikutip dari Museum Brawijaya.
Baca juga: Wisata Sejarah Kota Tua Ramai Diserbu Saat Lebaran
Letnan Merpati Anumerta dikenang karena menjadi burung yang cerdik, dan setia.
Editor : Redaksi
