Korban Keracunan Menu Buka Puasa di Jember 71 Orang, Dinkes Periksa Sampel Makanan

Korban Keracunan Menu Buka Puasa di Jember 71 Orang, Dinkes Periksa Sampel Makanan © mili.id

Kadinkes Jember, dr. Hendro Soelistijono (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mengambil sampel menu buka puasa yang dibagikan hingga menyebabkan puluhan warga di Kecamatan Mayang keracunan.

Kepala Dinkes (Kadinkes) Jember, dr. Hendro Soelistijono menyebut bahwa dari pendataan terkini, korban keracunan bertambah menjadi 71 orang. Mereka menunjukkan gejala yang sama, yakni mual, muntah, dan diare.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

"Laporan dari Puskesmas Mayang, terjadi peningkatan kunjungan menderita diare dan muntah-muntah, serta mual. Kemudian dari konfirmasi kita, hal itu terjadi setelah mereka makan takjil yang dibagikan kepada masyarakat untuk berbuka puasa," ungkap dr Hendro, Senin (1/4/2024).

Menurut dr Hendro, dari 71 korban, yang dirawat inap ada 25 orang, sisanya rawat jalan.

"Tapi alhamdulillah, kondisi yang dirawat itu berangsur membaik, dengan diagnosanya dehidrasi sedang," beber dia.

Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim

Untuk menangani kasus itu, Dinkes Jember memeriksa sampel makanan ataupun sisanya. Juga bekas muntahan dari para pasien.

"Kemudian sampel makanan dan muntahan kita kirim ke Labkesda Jember, untuk melihat apakah ada masalah secara mikrobiologi," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Alun-alun Jember, MAKI Jatim Sulap Festival Kopi dan Tembakau Jadi Panggung UMKM Lokal

Sedangkan untuk mengetahui apakah ada unsur kimiawi, sampel makanan dan muntahan itu dibawa ke Surabaya. Dengan penanganan dibantu BPOM Jember.

"Diagnosa awal penyebab keracunan diduga ada oksidasi (unsur kimiawi) pada makanan. Tapi untuk memastikan tentu harus dilakukan uji lab. Itu yang kami lakukan sekarang," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait