Outlet Ina Cookies di Tunjungan Plaza Surabaya (Foto: Zain Ahmad/mili.id)
Surabaya - Momen ramadan dan Hari Raya Idul Fitri selalu memberikan berkah bagi industri kue kering atau cookies, termasuk tahun ini.
Berkah ramadan dan jelang Idul Fitri itu juga dirasakan distributor kue kering, Ina Cookies di Surabaya.
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
Pada ramadan tahun ini, Ina Cookies sudah mencatat purchase order (PO) pesanan ribuan varian kue kering untuk area Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Bagi kalian yang bingung cari parsel hingga hampers untuk lebaran, Ina Cookies bisa jadi pilihan lho.
"Sudah didistribusikan ke masing-masing. Kita masih nunggu PO-PO berikutnya. Kalau yang mau pesan, bisa langsung gas ya," ungkap Manager Wilayah 3 PT Favori Corp Sedaya, Lutvi Triastuti di salah satu toko Ina Cookies Tunjungan Plaza 1 Atrium Lantai LG, Surabaya, Sabtu (30/3/2024).
Triastuti menyebut, Ina Cookies menghadirkan berbagai macam pilihan rasa lebih dari 252 varian setiap tahun. Seperti Skippy Mede Coklat, Cokelat Lemon, Nastar Kurma, Milky Nastar, Putri Ice Cream, Sagu Keju, Lidah Kucing, Choco Almond, Kastangle, hingga Putri Voula.
Dari semua jenis rasa tersebut, kontribusi penjualan setiap outlet berbeda sesuai selera customer.
Misal dari Jateng, mayoritas konsumen menyukai cookies Putri Salju karena rata-rata menyukai rasa manis. Sedangkan Nastar, Kastangle dan Skippy Mede masih mendominasi penjualan terbanyak di Jatim.
Tristuti mengatakan, pesanan cookies memang mengalami kenaikan sebelum lebaran. Ina Cookies sudah menggenjot proses produksi karena kue ini untuk memenuhi kuota permintaan.
Apalagi, kue kering produksi Ina Cookies memiliki ketahanan hingga enam bulan. Ia menargetkan lebaran tahun ini bisa menembus target.
Outlet Ina Cookies di Tunjungan Plaza Surabaya
"Target kita untuk season lebaran ini mungkin sekitar 10.000 lusin. Saat ini sudah terjual 50 persen. Nanti 50 persennya dianggarkan untuk pameran sama pesanan dadakan," jelasnya.
Pameran di pusat perbelanjaan merupakan salah satu strategi Ina Cookies memburu target tersebut. Selain itu, Ina Cookies juga bekerjasama dengan coffee shop dan mini market.
Selain penjualan kemasan toples satuan, Ina Cookies juga menyediakan parcel ekslusif mulai dari harga Rp200 ribu sampai Rp2 juta. Bahkan mulai dari kemasan isi satu toples untuk seri premium.
Sementara standar harga kue kering produksi Ina Cookies mulai dari Rp110.000 kemasan toples reguler dan Rp65.000 kemasan jar serta kemasan gold premium seharga Rp175 ribu.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
"Biasanya kalau pemerintahan sama perbankan hampersnya minta yang gold," kata Triastuti.
Untuk Kota Surabaya mencatat permintaan pesanan tertinggi dari seluruh wilayah distribusi.
"Paling banyak pesanan parcel ke pemerintahan," ujarnya.
Jika hari biasa, kue produksi Bandung ini memiliki inovasi kemasan pouch dan varian karakter super hero untuk menarik perhatian konsumen terutama anak-anak.
Triastuti mengakui memang banyak kompetitor produsen kue kering bertebaran. Namun Ina Cookies memiliki rasa dan kualitas yang membuat kue ini tetap mendapat tempat tersendiri di hati konsumen.
"Kita tidak menurunkan kualitas. Karena produk Ina Cookies sudah sangat reprentatif baik dari rasa, juga packaging sebagai buah tangan atau hampers," ungkapnya.
Apalagi, Ina Cookies memiliki stok melimpah di gudang sehingga pesanan agen tidak perlu menunggu lama.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
"Kita sudah biasa melayani 2.251 agen seluruh Indonesia. Kalau Jatim dan Yogyakarta ada sekitar 200 agen atau reseller," sebut dia.
Reseller sendiri saat ini menjadi salah satu penopang terbesar penjualan Ina Cookies. Untuk menjadi reseller Ina Cookies, cukup menyuntik deposit sesuai jumlah minimal. Reseller secara otomatis mendapatkan keuntungan dari penjualan.
Selain memperluas market melalui reseller dan gerai di pusat perbelanjaan, Ina Cookies juga menyasar market place.
Meskipun demikian, market offline kue kering masih menyumbang komposisi pemasukan terbesar.
"Angkanya sekitar 70 persen (offline) dan 30 persen (online)," tandas Triastuti.
Untuk estimasi omset pada lebaran tahun ini, ia menyebut sudah mencapai miliaran yang meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Pemesanan produk Ina Cookies sendiri didominasi oleh pemesanan secara kolektif sebagai hampers, parcel, souvenir baik pribadi dan perusahaan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
