Berkah Penjual Pakaian di Mojokerto Jelang Lebaran, Raup Cuan 4 Juta Sehari

Berkah Penjual Pakaian di Mojokerto Jelang Lebaran, Raup Cuan 4 Juta Sehari © mili.id

Wahyuningtyas Parameswari asal Dusun/Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto saat menunjukkan baju Koko anak seharga Rp 35 ribu yang di buru ibu-ibu. Foto : (Nana/mili.id)

Mojokerto - Penjual pakaian turut merasakan berkah bulan ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H. Sehari bisa terjual hingga 50 lembar sarung, baju koko anak, kemeja pria, gamis hingga daster.

Yah, tahun ini kali pertama Wahyuningtyas Parameswari warga Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini merasakan berkah menjadi penjual pakaian saat ramadan.

Aneka pakaian, sarung hingga sandal itu diambilnya dari grosir agen di wilayah Tangerang, Jawa Barat dengan harga yang relatif terjangkau baik diperjualbelikan secara konvensional maupun online.

"Jadi reseller Oktober 2023 kemarin, dan baru tahun ini ngerasain momen jualan pas Ramadan. Alhamdulillah makin ramai, kaya gamis, pakaian muslim buat anak cowok, sama sarung," ujar pemilik Prismatik Grosir Fashion pada mili.id, Sabtu (30/3/2024).

Bahkan, aneka daster dengan pilihan warna menjadi buruan sejumlah customernya yang merupakan bakul sayur. Nantinya daster itu akan diberikan ke pelanggan setia para bakul sebagai gift atau hadiah lebaran Idulfitri.

"Terus kaya daster itu di borong pedagang atau bakul sayur buat dikasihkan ke pelanggannya. Jadi aku kasih harga grosir memang, biasa daster serba Rp 35 ribu. Tapi kalau ke bakul Rp 100 ribu dapat tiga lembar," bebernya.

Seperti yang dilakukan customernya Naning Diantri salah satu bakul sayur asal Kecamatan Jatirejo. Ia sengaja membeli lusinan daster dan sarung hanya untuk berbagi kebahagiaan saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri ke puluhan pelanggannya. Baik itu yang ada di perkampungan maupun komplek perumahan.

"Ambil empat lusin daster dan sarung 15 lembar. Yah untuk 63 pelanggan setia saya, sebagai rasa terimakasih sudah jadi pelanggan setia sayur saya dari tahun ke tahun," ucapnya sumringah.

Naning beralasan, mengambil daster di Prismatik Grosir Fashion ini, selain lengkap dengan berbagai pilihan, harga jualnya juga relatif terjangkau dan bisa dibeli dengan satuan. Cocok bagi kantong pedagang kecil keliling seperti dirinya.

"Soalnya murah, cocok untuk pedagang sayur kecil seperti saya ini. Udah gitu pakaian dari anak kecil, dewasa ada juga," bebernya yang sudah belasan tahun menjadi bakul sayur.

Wahyuningtyas sendiri tak menyangka momen berjualan menjadi berkah Ramadan kali ini. Yang biasanya pakaian-pakaian itu terjual 5 sampai 10 lembar, tapi kali ini melonjak hingga 50 lembar perhari. Dengan omset kisaran Rp 2-4 juta perhari.

Dirinya memang lebih memilih pangsa pasar menengah ke bawah, biar stok barang dagangannya cepat berputar meski dia harus pintar melihat celah fashion kekinian yang sedang tren di pasaran.

"Gak nyangka juga, kan saya juga gak aktif banget jualan secara online. Ada sie memang posting di facebook, tapi gak rutin. Tau-tau yang datang ada dari Jombang, Krian," pungkasnya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Editor : Achmad S



Berita Terkait