Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto saat berada di Bawean.(Rama Indra/mili.id)
Gresik- Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto, meninjau titik terdampak gempa 6, 5 Magnitudo, di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Minggu (24/3).
Pihaknya mengatakan, titik sesar gempa adalah lempengan sesar yang baru, yang kini dinamakan sesar Muria, terletak di tenggara Bawean, Gresik.
"Di Bandara kita tadi bertemu dengan BMKG, kini muncul lagi sesar baru, sesar Muria. Dan itu belum masuk ke dalam data 227 sesar di Negara Indonesia," terang Suhariyanto di Bawean, Minggu (24/3).
Menurut Suhariyanto, memang Negara Indonesia ini terkenal dengan kekayaan alamnya. Disebutkan, itu selaras dengan beragamnya jenis bencana.
"Jadi memang. Negara kita ini adalah 'ring of fire' atau cincin api, yang dilewati berbagai sesar. Dan sekarang di 2024 ini ternyata masih banyak sesar sesar yang masih belum ditemukan," ungkapnya.
Suhariyanto menambahkan, bahwa gempa bumi di perairan Pulau Bawean ini sudah terjadi sebanyak 229 kali. Tapi tidak berpotensi tsunami.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sumur Banten, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
"Dan gempa per hari ini sudah 229 kali, meskipun gempa skalanya cukup besar, kami pastikan tidak akan terjadi tsunami. Di lihat dari sudut teknologi, dan juga dari keilmuan BMKG," rinci Suhariyanto.
Pemerintah Gelontor Bantuan, Trauma Healing
Serta untuk saat ini, lanjutnya, pemerintah segera mendatangkan bantuan tenda, sandang dan juga pangan kepada warga pengungsi. Katanya, penggolontoran dana rehabilitasi - renovasi; telah disiapkan.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan
"Sudah ditetapkan status tanggap darurat selama 1 minggu. Kemudian setelah darurat selesai, tidak ada gempa susulan. Maka, kita akan masuk rehabilitasi dan dilakukan rekonstruksi," jelasnya.
"Kita sampaikan, bangunan rusak berat diganti 60 juta, rusak sedang 30 juta dan ringan 15 juta. Kami sudah pegang juknisnya. Tim psiko sosial dari tim TNI - Polri akan tiba Minggu malam guna melakukan trauma healing kepada warga," tandas Suhariyanto.
Editor : Aris S
