Takut Terjadi Gempa Susulan, Warga Pulau Bawean Mengungsi di Perbukitan

Takut Terjadi Gempa Susulan, Warga Pulau Bawean Mengungsi di Perbukitan © mili.id

Warga Pulau Bawean mengungsi di perbukitan karena takut gempa susulan (Foto: Ist)

Gresik - Puluhan warga Pulau Bawean, Gresik mengungsi ke perbukitan, menyusul adanya gempa susulan magnitudo 6,5 di kedalaman 10 kilometer timur laut Tuban, Jumat (22/3/2024).

Mereka mengungsi ke dataran tingi, karena rumahnya rusak akibat rentetan gempa. Mereka juga takut terjadi gempa susulan.

Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik

Saiful, perangkat Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean mengatakan, saat ini dirinya bersama warga mengungsi di perbukitan setempat berbekal tenda.

"Banyak atap yang runtuh, rumah rusak. Dan saat ini masyarakat perkotaan sudah pindah ke pegunungan semuanya," terang Saiful saat dikonfirmasi mili.id.

Menurut Saiful, warga berpindah di perbuktikan lantaran takut akan terjadi gempa susulan. Sebab, BMKG mengungkapkan sewaktu-waktu bisa terjadi gempa susulan di perairan Tuban.

Baca juga: Mengenang KH Umar Al Faruq, Sang Ulama Sepuh yang Memilih Bersembunyi dari Kemasyhuran di Randupadangan

"Karena ketakutan, dan agar tenang bila sewaktu waktu terjadi gempa susulan ketika tidur malam. Warga berbagai umur kini bermalam dengan api dan juga tenda," papar dia.

Terpisah, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pulau Bawean, Ari Djajanto mengatakan bahwa banyak kerusakan rumah warga akibat gempa. Katanya, BMKG bersama BPBD setempat melakukan asesmen.

"Kami sudah mengedukasi kepada warga supaya berada di luar rumah saat terjadi gempa. Karena dari data diperoleh, kemungkinan masih ada lagi gempa susulan," terang Ari.

Baca juga: Polres Tuban Amankan Tersangka Komplotan Pencuri Sapi

"Bersama petugas BPBD sekaligus stakeholders terkait, kami sudah mengupayakan mengamankan warga dan masih mendata imbas pascagempa. Banyak bangungan dan juga rumah rusak. Mohon waktu," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait