Ulama Bangkalan Gelar Doa Bersama Sambut Ramadan dan Jaga Keutuhan Bangsa (Foto : Samsul/mili.id)
Bangkalan - Sejumlah ulama dan ratusan warga mengikuti doa dan dzikir di Padepokan SBDS Tiga Serangkai, Desa Laban, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Doa dan dzikir ini digelar pada Sabtu (9/3/2024) itu untuk menyambut bulan suci ramadan, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara pascapemilu.
Baca juga: Jelang Muktamar Ke-35 NU, Tambakberas Siapkan 3.370 Kamar untuk Ribuan Peserta
Sejumlah tokoh dan ulama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Drs. Ec. H. M. Sugiyanto Al Maghribi, selaku guru besar dan pengasuh SBDS Tiga Serangkai, KH. Fathur Rahman, serta KH. Hayatullah.
Dalam sambutannya, KH. Fathur Rahman, meminta agar setelah pemilu ini masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kembali ke kegiatan dan kewajiban masing-masing.
"Jangan memasukkan politik kepada kegiatan bermasyarakat sehingga kerukunan tetap terjaga," jelas KH. Fathur Rahman.
KH. Fathur Rahman juga mengajak masyarakat untuk mendoakan petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit saat melaksanakan tugas pemilu.
Baca juga: Kisah Haru PMI Asal Bangkalan, Pulang dalam Peti Setelah 37 Tahun Merantau di Malaysia
"Semoga yang meninggal dunia diterima amal ibadahnya dan yang sakit segera diberi kesembuhan," kata KH. Fathur Rahman di hadapan ratusan warga Bangkalan.
Menurutnya, meski masyarakat mempunyai pilihan sendiri dalam pemilu kemarin, tapi harus bisa menerima apapun hasilnya sehingga semua menjadi adem ayem dan kembali ke fitrah.
"Kita harus tetap berpegang teguh terhadap ahlaqul karimah dan jangan pernah membuat onar apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan," tegas KH. Fathur.
Hal yang sama juga disampaikan tokoh agama Bangkalan, KH. Hayatullah, yang menyebut bahwa doa bersama dengan anak yatim ini untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara.
Baca juga: Latihan Pushbike Jadi Pilihan Anak Bangkalan Isi Libur Sekolah, Kurangi Ketergantungan Gadget
"Doa dan dzikir oleh kita semua insyaallah akan dikelilingi oleh para malaikat, apabila para malaikat sudah mengamini insyaallah tujuan kita malam ini yaitu untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara khususnya pasca pemilu akan tercapai," seru KH. Hayatullah.
Dia mengakui jika dalam pemilu kemarin memiliki pilihan pribadi dan kemungkinan kalah. Namun, untuk menjaga kerukunan antar masyarakat kita harus bisa menerima apapun hasilnya pemilu.
"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat menerima siapapun yang menang dalam pemilu kemarin tanpa perlu membuat keributan. Lebih baik kita perbanyak ibadah karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan," tutup KH. Hayatullah.
Editor : Narendra Bakrie
