Pria Misterius Tewas dengan Kepala Nyungsep dalam Got di Surabaya

Pria Misterius Tewas dengan Kepala Nyungsep dalam Got di Surabaya © mili.id

Polisi berada di TKP (Foto-foto: Narendra/mili.id)

Surabaya - Pria misterius ditemukan tewas dengan posisi kepala nyungsep dalam got di Jalan Kertajaya, Surabaya, Minggu (18/2/2024).

Informasi yang dihimpun mili.id di lokasi, peristiwa itu diketahui seorang pengendara motor, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat pengendara itu melintas pelan di lokasi, dia mendengar suara keras seperti benda jatuh.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Karena penasaran, pengendara itu berhenti dan mendatangi sumber suara, hingga mendapati seorang pria nyungsep dalam got, dengan posisi kepala berada di bawah. Pengendara itu kemudian melapor ke polisi.

Tidak berselang lama, sejumlah anggota Polsek Gubeng dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya sampai di lokasi untuk melakukan identifikasi. Setelah identifikasi selesai, jasad pria itu dievakuasi ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo.

"Dalam identifikasi, Tim Inafis tidak menemukan identitas apapun yang dibawa pria itu," terang Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto di lokasi.

Polisi berada di TKPPolisi berada di TKP

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Menurutnya, Tim Inafis hanya menemukan sebuah kunci yang ada di saku celana pria tersebut.

"Untuk identitasnya masih kami selidiki lebih lanjut," tambahnya.

Eko juga belum bisa menjelaskan kronologi tewasnya pria tersebut. Apakah terjatuh dari atas bangunan atau yang lain. Sebab saksi yang ada hanya melihat ketika pria itu sudah nyungsep dalam got.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Sementara warga sekitar bernama Ibu Seh menjelaskan bahwa pria itu biasa dipanggil Roni. Katanya, pria itu pernah bekerja di showroom mobil bekas, tepat di samping tempatnya tewas. Sedangkan got itu, berada di depan showroom mobil yang sudah tidak beroperasi.

"Dulu sering ke sini. Bener-benerin apa gitu. Biasanya pake motor Supra jelek gitu. Ditaruh di belakang gedung. Dia biasa dipanggil Roni," ungkap Ibu Seh di lokasi.

Kini, di lokasi kejadian, tepatnya di depan bangunan nomor 220 itu telah dipasangi garis polisi.

Editor : Redaksi



Berita Terkait