Sumur Jobong, Jejak Peradaban dan Kejayaan Majapahit di Kota Pahlawan

Sumur Jobong, Jejak Peradaban dan Kejayaan Majapahit di Kota Pahlawan © mili.id

Sumur Jobong di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, Surabaya (Foto-foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Salah satu peninggalan zaman Majapahit yang masih terawat baik di Surabaya adalah Sumur Jobong.

Sumur ini berada di tengah jalan kampung di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, Surabaya. Sumur ini diperkirakan sudah ada sejak Tahun 1430, dengan karakter, seperti sumur-sumur tua zaman Majapahit di Trowulan.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Sang juru kunci, Agus Santoso mengatakan, Sumur Jobong ditemukan pada 1 November 2018, saat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hendak membangun gorong-gorong.

Juru Kunci Sumur Jobong, Agus SantosoJuru Kunci Sumur Jobong, Agus Santoso

"Penemuan Sumur Jobong tidak sengaja. Pada saat itu akan dilakukan pengerjaan pembangunan saluran box culvert. Saat digali, ditemukan lingkaran menyerupai sumur. Juga terdapat benda-benda lain, mulai fragmen tulang belulang, terakota atau gerabah dan tiga buah fregmen bagian tepian periuk," ungkap Agus, Minggu (11/2/2024).

Agus menambahkan, dengan temuan itu, para pekerja langsung menghentikan pekerjaannya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudparta) Surabaya untuk diteliti.

"Dari hasil penelitian dan pengujian, Sumur Jobong ini merupakan sumur tua zaman Majapahit. Pada zaman dahulu, sumur ini berfungsi sebagai sebagai kebutuhan sehari-hari rumah tangga, ritual keagamaan, hingga pengairan para petani dalam skala kecil, misalnya untuk menyirami tanaman ketika sedang memasuki musim kemarau," papar Agus.

Sumur Jobong di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, SurabayaSumur Jobong di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, Surabaya

Untuk penamaan Jobong, Agus menyebut, hal itu merupakan sebutan material sumur yang berpenampang lingkaran, dengan dindingnya terbuat dari tanah liat yang telah dibakar, membentuk batu bata dan bis atau berbentuk silinder.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Kini, Sumur Jobong sudah masuk dalam kawasan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah daerah.

Agus menyatakan bahwa Sumur Jobong menyimpan cerita tentang kejayaan dan peradaban Majapahit.

Dia membeberkan bentuk Sumur Jobong. Satu fregmen bagian tepian 'pasu', yakni sebuah wadah yang memiliki bentuk tepian bibir berdiameter 30 sentimeter. Jika dilihat, pada bagian atas tampak lebih lebar daripada bagian bawah. Berbeda dengan periuk yang justru lebih besar pada bagian bawahnya.

"Ada juga fregmen botol keramik yang terdapat pegangan di bagian berglazur, yakni lapisan bagian luarnya berwarna coklat muda. Diperkirakan benda ini sudah ada sejak zaman kolonial," ungkap dia.

Sumur Jobong di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, SurabayaSumur Jobong di Jalan Pandean Gang I, Peneleh, Surabaya

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Sedangkan benda temuan lainnya ialah pecahan-pecahan bata kuno. Saat ditemukan, pecahan tersebut berada di dalam dan luar sumur. Bata kuno tersebut memiliki lebar 20 sentimeter dan ketebalan 7 sentimeter, mirip dengan bata era Majapahit.

"Bagian bawah keramik dari mangkuk, yang tampak seperti buatan China, juga ditemukan di sini," tambahnya.

Agus berharap, Sumur Jobong di kawasan Peneleh ini bisa menambah koleksi wisata sejarah Kota Pahlwan. Tidak hanya wisata sejarah perjuangan saja, tapi juga sejarah masa lampau, Majapahit.

Kampung Peneleh Surabaya terletak tidak jauh dari Balai Kota Surabaya atau pusat kota. Kampung ini banyak menyimpan sejarah, baik zaman penjajahan hingga tokoh-tokoh nasional.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait