Kambing etawa ternak milik kades di Mojokerto sedang diperah air susunya (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Bermula dari hobi, Kepala Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kini sukses beternak kambing etawa.
Selain menghasilkan susu dengan harga jual Rp28 ribu per liter, anakan kambing etawa juga laku hingga jutaan rupiah.
Usaha sampingan beternak kambing etawa ini dilakukan Purwanto (52) sejak Tahun 2023 lalu.
Aktivitas di kandang ia lakukan di sela kesibukannya melayani masyarakat, sebagai kepala desa.
Awalnya ia hanya memelihata empat ekor kambing etawa, yang dibeli dengan harga Rp70 juta. Sekarang, jumlah 13 ekor.
Dalam sehari, satu ekor kambing bisa menghasilkan susu sekitar 3 liter sampai 4 liter. Selain dijual langsung dari kandang, susu etawa juga bisa langsung diminum.
Bagi warga atau pelanggan yang membutuhkan susu kambing segar, bisa langsung diperaskan dari indukan.
Susu kambing etawa diketahui mengandung asam lemak serta trigliserida yang mampu melembutkan kulit. Serta kandungan vitamin A yang mampu melawan jerawat.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Kambing etawa ternak milik kades di Mojokerto sedang diperah air susunya
"Susu kambing biasanya langsung diambil oleh pelanggan, jadi gak sampai menyetok," terang Purwanto, Kamis (8/2/2024).
Untuk merawat kambing etawa, ternyata cukup mudah. Setiap pagi dan sore hanya perlu dikontrol kebersihan kandangnya.
Sedangkan untuk makanan, selain hijau-hijauan untuk tambahan, juga diberikan makanan pokok campuran, seperti polar, rendeng kangkung, katul, selamper dan dedek jagung.
"Semua bahan makanan dicampur serta diberikan cairan khusus berupa E4 dan mola untuk meminimalisir bau kotoran kambing. Usai diaduk, makanan langsung diberikan ke kambing di pagi dan sore," beber Purwanto.
Selain susu yang bisa dijual, anakan kambing yang dihasilkan juga laku dengan harga tinggi. Jika anakkan bagus diusia 3 hingga 5 bulan, bisa mencapai harga Rp5 juta.
"Selain dari penghasilan tambahan susu dalam satu bulan bisa Rp2,5 juta, tapi juga bisa dari anakan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
