Peristiwa Penting di Indonesia saat Valentine

Peristiwa Penting di Indonesia saat Valentine © mili.id

Monumen PETA (Foto: Laman Pemkot Blitar)

mili.id - 14 Februari diperingati masyarakat di beberapa belahan dunia sebagai Hati Valentine atau Hari Kasih Sayang.

Biasanya, muda-mudi yang sedang jatuh hati akan mengungkapkan isi hatinya lewat pemberian kado berupa coklat dan bunga yang diselipkan secarik surat yang berisi ungkapan kasih sayang.

Baca juga: Hari Valentine, Satpol PP Surabaya Amankan 6 Pasangan Bukan Pasutri Chek In

Namun, 14 Februari tak hanya diperingati sebagai Hari Valentine saja. Di Indonesia khususnya, 14 Februari pernah terjadi peristiwa penting di Tahun 1945, yaitu pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA).

PETA merupakan pasukan militer Indonesia yang dibentuk Jepang saat menduduki Tanah Air, pada 3 Oktober 1942. Pasukan ini merupakan cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tentara PETA terdiri dari para sukarelawan kesatuan militer.

Pada 14 Februari 1945 silam, telah terjadi pemberontakan pasukan PETA di Blitar, yang dipimpin oleh Shodancho Supriyadi. Pemberontakan ini dilatarbelakangi atas kesewenangan tentara Jepang saat berada di Jawa Timur.

Shodancho Supriyadi (Foto: Wikipedia)Shodancho Supriyadi (Foto: Wikipedia)

Baca juga: Ide Kado Valentine untuk Pasanganmu, Nomor 7 dan 15 Pasti Bikin Terkejut

Kerja paksa Jepang atau romusha mengakibatkan banyak rakyat Indonesia yang kelaparan, terkena penyakit hingga tewas. Selain itu, para prajurit PETA geram melihat tindakan tentara Jepang yang melecehkan wanita Indonesia.

Tanggal 14 Februari 1945 dipilih sebagai waktu yang tepat untuk melancarkan klandestin (kegiatan yang dilakukan secara rahasia atau diam-diam dengan tujuan tertentu), karena ada pertemuan seluruh anggota dan komandan PETA di Blitar. Sehingga, Supriyadi mengharapkan anggota-anggota yang lain akan ikut bergabung.

Tepat 14 Februari 1945 pukul 03.00 WIB, pasukan PETA menembakkan mortir ke Hotel Sakura yang menjadi kediaman para perwira militer Jepang. Sayangnya, pemberontakan PETA di Blitar tidak berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Valentine Day, Peringatan Hari Kasih Sayang atau Simbol Peringatan Kemaksiatan

Supriyadi gagal menggerakkan satuan lain untuk memberontak dan rencana pemberontakan itu telah diketahui pihak Jepang. Sebanyak 78 orang perwira dan prajurit PETA ditangkap dan dijebloskan ke penjara, untuk kemudian diadili di Jakarta. Sementara, nasib Supriyadi tidak diketahui hingga saat ini.

Guna memperingati peristiwa bersejarah tersebut, dibangun Monumen PETA yang berada di Jalan Sudanco Supriyadi, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait