Rupang Makco utama di Kelenteng Tri Darma Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto dibersihkan dan dimandikan dengan bunga, Minggu (4/2/2024). Foto : (Nana/mili.id)
Mojokerto - Lantaran bertepatan dengan Pemilu 2024, untuk tahun ini tak ada barongsai, tak ada pawai arak-arakan dalam perayaan Imlek Sincia 2575 di Kelenteng Tri Darma Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto.
Hanya ada bersih-bersih ruangan kelenteng dengan arsitektur China dan pemandian rupang di sudut persimpangan Jalan Residen Pamuji dan Panglima Sudirman menyambut Imlek, tepat seperti tahun 2022 saat Covid-19 melanda.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
"Tahun ini gak ada pawai dan barongsai, hanya ritual malam Imlek saja. Yah mungkin imbauan menjaga kondusifitas masa tenang Pemilu dari Pak Wali juga, polres juga. Biasanya ada," ucap Ketua Panitia Perayaan Imlek Gede Sidarta, saat pembersihan rupang dewa.
Seperti yang dilakukan para umat sejak pukul 08.00 WIB pada hari ini, Minggu (4/2/2024). Nampak, belasan orang sibuk melepaskan satu persatu pakaian, perhiasan yang dikenakan para patung dewa dengan kehati-hatian. Utamanya Makco yang menjadi dewa teragung di ruang altar.
Sebelum merayakan Imlek dengan shio naga kayu pekan depan, pengurus dan umat lebih dulu beribadah meminta izin untuk pelaksanaan pembersihan rupang pada Sabtu (3/2/2024).
"Menjelang Imlek pasti biasanya kita orang kerja bakti bersih-bersih rupang, kemarin kita ibadah izin memandikan rupang hari ini. Dan itu hanya setahun sekali bolehnya. Pembersihan bisa tiga hari atau tujuh hari sebelum imlek, tergantung ijin dari dewa," ujar pengusaha di Kota Onde-onde ini.
Sebanyak 24 rupang dewa utama di dalam kelenteng yang berdiri tahun 1823, termasuk Makco, Dewi Kwam IM yang ada di dalam altar dan puluhan rupang lainnya tak luput dari mandi bunga.
"Pembersihannya hanya menggunakan kuas kering terlebih dahulu, baru dimandikan menggunakan air bunga, dan di bersihkan dengan handuk biar kering," jelas Gede sapaan akrabnya.
Tak hanya umat Budha dan pengurus yang membersihkan rupang, keharmonian di kota pluralisme ini juga terlihat saat puluhan anggota komunitas Gus Durian hadir dengan sukarela membantu memandikan patung dewa-dewa.
"Kami ikut berpartisipasi cuci rupang di kelenteng, kami memang setiap tahun pasti datang ke sini membantu menjelang imlek, dan juga ke tempat-tempat ibadah," jelas Koordinator Gusdurian Mojokerto M Kholilulloh.
Komunitas Gus Durian Mojokerto membantu membersihkan rupang Makco kecil di Kelenteng Tri Darma Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto, Minggu (4/2/2024). Foto : (Nana/mili.id)
Mereka hadir secara sengaja menjalin keharmonian antar umat beragama setiap tahunnya dengan membantu membersihkan Rupang Makco dan Dewi Kwam IM kecil di atas meja berwarna merah yang sudah disediakan pengurus kelenteng.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Semangatnya tetap kita menjaga toleransi di Mojokerto lewat media perayaan tahun baru setiap agama. Seperti membantu membersihkan sepuluh rupang yang diizinkan untuk kami bersihkan," pungkas Ilul sapaan akrabnya.
Momentum kepedulian antarumat beragama yang ditunjukkan Gus Durian ini disambut baik pengurus kelenteng yang dijaga dengan dua patung naga ini. Gede berharap Imlek tahun ini bisa menjadikan Indonesia semakin maju, jaya, damai, sejahtera dan besar.
"Sangat mengapresiasi dengan hadirnya Gus Durian membantu (bersih-bersih rupang) secara mendadak. Kami persilahkan, tahun lalu juga membantu," pungkas Gede.
Editor : Aris S
