Repnas Jember dialog dengan pedagang Pasar Tanjung Jember (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) melakukan kajian menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menyebut komoditas bahan pokok di Jember selama Januari 2024 mengalami inflasi.
Menurut Kepala BPS Jember, Tri Erwandi, untuk komoditas bahan pokok yang mengalami inflasi meliputi beras, bawang merah, daging ayam ras, jagung manis, tomat, nasi dengan lauk, kentang, bawang putih, emas perhiasan, dan semangka.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
"Memang di bulan Januari 2024 ini kita mengalami deflasi sebesar 0,06 persen. Meski begitu, andil inflasi justru terjadi pada komoditas pangan yang biasa dikonsumsi masyarakat sehari-hari," ujar Tri saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2024).
"Cabai rawit 31 persen, sehingga disebut sebagai penyumbang terbesar deflasi," tambahnya.
Tri menyampaikan, meski terjadi inflasi pada sejumlah komoditas, deflasi juga dianggap memiliki dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat di Jember.
"Deflasi ini baik, namun menjadi tidak baik apabila terlalu lama menurun. Harus berimbang juga dengan tingkat inflasi yang terjadi," ungkap dia.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Terkait kajian dari BPS, pada kesempatan berbeda, Repnas Jember blusukan ke Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates.
Bendahara Umum Repnas Jember, Randhy Vega selaras dengan apa yang disampaikan pedagang pasar.
"Selain kenaikan harga komoditas pokok, setelah kami keliling pasar tadi, ada juga yang bilang, harga komoditas pangan utama menjadi naik dua kali lipat dari biasanya," jelas Vega.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
Dengan temuan itu, lanjut Vega, akan menjadi kajian bagi Repnas dan akan diteruskan ke jajaran di atasnya.
"Juga ada laporan dari para pedagang bahwa retribusi pasar juga naik. Tentunya akan kita tampung keluhan mereka, dan juga eskalasikan ke tingkat Jatim dan nasional," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
