Arzetti Bilbina Foto Akun Instagram Arzeti
Mili.id - Kaum perempuan yang bekerja di sektor kesehatan, sosial dan rumah tangga sebanyak 70 persen. Karenanya mereka perlu mendapatkan perhatian. Sebab penghasilan yang mereka raih tidak berada di bawah penghasilan kaum laki-laki.
Begitu disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Arzeti Bilbina dalam agenda The 29th Annual Meeting of The Asia-Pacific Parliamentary Forum (APPF), yang diselenggarakan dari Seoul, Korea 13-15 Desember 2021 bertajuk The Role of Parliaments in Strengthening Resilience in the Post-Covid-19 Era.
Baca juga: Hari Kartini 2026, Kapolres Metro Bekasi Bagikan 400 Paket Sembako untuk Perempuan Pekerja
Arzeti menjelaskan banyak perempuan berada di sektor yang paling terpukul karena serangan pandemi Covid-19. Dalam hal ini ia menyontohkan pada sektor perhotelan juga pariwisata.
Ia menyebut banyak perempuan cenderung kehilangan penghasilan maupun pekerjaannya. “Oleh karena itu kita perlu memanfaatkan momen-momen krisis sebagai peluang untuk mendorong inklusi yang lebih kuat dari perspektif, pengalaman, bakat, dan keterampilan perempuan dalam menangani krisis,” ungkap Arzeti saat hadir secara virtual dari Gedung Nusantara III DPR RI.
Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Arzeti, parlemen perlu memastikan setiap regulasi tentang Covid-19 baik terkait tanggap darurat, pemulihan, anggaran darurat, maupun bantuan-bantuan lainnya yang didasarkan pada data yang akurat serta dipilah lagi menurut jenis kelamin.
Baca juga: Program Bangga Kencana di Desa Kemiri, Arzeti Sebut Penurunan Stunting di Sidoarjo Sangat Cepat
Termasuk sambung dia, melakukan analis gender dengan berkonsultasi kepada pakar gender untuk menilai dampak gender. “Selain itu, penting bagi anggota parlemen perempuan untuk melibatkan rekan-rekan anggota parlemen laki-laki untuk berkomitmen pada respons sensitif gender. Karena kita tidak dapat mencapai tujuan kita sendiri, sehingga kolaborasi antara laki-laki dan perempuan sangat diperlukan,” imbau politisi Fraksi PKB itu.
Lantas Arzeti mengajak peserta forum APPF terus mengadvokasi peningkatan inklusi ekonomi perempuan melalui kesetaraan upah, perlindungan pekerjaan yang lebih baik.
Baca juga: Perjuangan Belasan Kartini Jember Pilih Profesi Driver Ojol karena Himpitan Ekonomi
Kemudian pemerataan pekerjaan rumah tangga, perluasan perlindungan sosial bagi pengasuh dan pekerjaan informal lainnya yang melibatkan perempuan. “Lebih lanjut saya berpandangan bahwa kita perlu memperkuat kolaborasi, kerja sama, dan koordinasi." terangnya.
"Tidak hanya dari para anggota parlemen APPF saja, tetapi juga dengan organisasi perempuan, masyarakat sipil, sektor bisnis, akademisi, dan aktivis perempuan lainnya, untuk melibatkan lebih banyak perempuan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan pandemi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi
