Fenomena Hujan Lokal Terjadi di Kota Probolinggo, Awas Puting Beliung!

Fenomena Hujan Lokal Terjadi di Kota Probolinggo, Awas Puting Beliung! © mili.id

Tangkapan layar video amatir warga saat mengabadikan hujan lokal di Probolinggo

Probolinggo - Fenomena hujan lokal terjadi di Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa (23/1/2024).

Karena disebut baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut, sehingga banyak warga mengabdikan fenomena langka itu dengan kamera ponsel mereka.

Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri

Menurut warga setempat, Sukamto, hujan lokal terjadi cukup lama, sekitar 2 jam.

"Hanya 3 meter saja yang dibahasi hujan. Di sisi selatan, utara, barat dan timurnya tidak. Makanya, karena baru terjadi, saya minta rekamin ke warga yang lainnya. Aneh saja," ujar Sukamto ditemui di lokasi.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, Sugito menejelaskan, terjadinya hujan lokal masih dibilang kondisi wajar. Penyebabnya adalah karena adanya penumpukan awan di salah satu daerah atau titik tertentu.

Baca juga: Akhir April Masih Diguyur Hujan Lebat

Seorang warga menunjukkan titik terjadinya hujan lokal di Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo (Foto: Fades/mili.id)Seorang warga menunjukkan titik terjadinya hujan lokal di Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo (Foto: Fades/mili.id)

"Jadi di atas itu ada penumpukan atau konsentrasi awan dan di bawahnya terjadi putaran angin. Dan dari pantauan sementara dari kami, fenomena hujan lokal ini masih dalam kondisi wajar," jelas Sugito.

Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga

Namun menurut Sugito, terjadinya fenomena hujan lokal itu juga harus diwaspadai. Sebab bila angin di bawahnya berputar semakin kencang dan makin meluas, bisa menyebabkan terjadinya puting beliung.

"Apalagi di musim el nino seperti sekarang ini, bisa sangat memungkinkan terjadinya hujan-hujan lokal di tiap daerah. Tapi yang perlu kita waspadai adalah kecepatan anginnya. Kalau makin kencang anginnya atau makin meluas, itu jadi warning (peringatan)," tegas Sugito.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait