Yiska Yulia, istri mendiang William Adolf Refly, salah satu korban tewas miras maut Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya (Foto: Wendy/mili.id)
Surabaya - Yiska Yulia (29), istri mendiang William Adolf Refly, salah satu korban tewas dalam kasus miras maut Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya menilai ada hal besar yang masih ditutupi tersangka Arnold Zadrach Sitaniya.
Yiska membuka pintu maaf terhadap bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya tersebut, meski Arnold dalam rekonstruksi Jumat (5/1/2023) lalu, terbukti mencampurkan kurang lebih 1,3 liter metanol dalam 9 karafe.
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
"Saya melepaskan pengampunan kepada Arnold. Tapi saya minta biar proses hukum terus berjalan dan mengungkap kasus ini seterang-terangnya," tutur Yiska sembari menangis.
Selama rekonstruksi di Cruz Lounge Bar, Yiska mengaku matanya menyorot tajam kepada Arnold. Setiap gerak-geriknya diperhatikan. Bahkan menurutnya, ada hal besar yang masih disembunyikan tersangka.
"Lima karafe pertama itu 100 mili per karafe. Karafe berikutnya 200 mili per karafe. Tapi kenapa ya, aku feeling ada hal besar yang masih ditutupin Arnold," ungkapnya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Ibu dua anak ini mengaku, meski berat, tapi hidupnya harus tetap berjalan ke depan. Dengan memaafkan tersangka, hati Yiska sedikit lebih lega, meski suaminya tidak lagi ada di sisinya.
Dia hanya bisa berpasrah dengan proses hukum yang berjalan, dan berharap kasus yang menewaskan suaminya, Reza Ghulam Achmad, dan Indro Purnomo itu dapat terungkap secara jelas.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Sebelumnya, Yiska tidak habis pikir apa yang menjadi motif Arnold berbuat demikian pada suami dan teman-temannya. Padahal, kata Yiska, dirinya dan Refly cukup akrab dengan Arnold.
"Saya dan Refly memang baru kenal Arnold saat band kami (Ogie and Friends) mulai ada kontrak di Cruz. Karena saya dan Refly menganggap Arnold adalah bagian dari lingkungan kerja kami," terang dia.
Editor : Narendra Bakrie
