Sebagian Wilayah Masih Kekeringan, Pemkab Pasuruan Salurkan Air Bersih

Sebagian Wilayah Masih Kekeringan, Pemkab Pasuruan Salurkan Air Bersih © mili.id

BPBD Kabupaten Pasuruan saat menyalurkan air bersih/Foto: Humas Pemkab Pasuruan

Mili.id - Kendati status kedaruratan bencana kekeringan telah dicabut sejak awal Oktober, namun BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penyisiran bagi desa yang kekurangan air. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris, pencabutan status darurat dilakukan seiring masuknya peralihan musim. 

Akan tetapi pihaknya masih tetap menerima laporan terkait kekeringan, sehingga perlu dilakukan asesmen dan evaluasi untuk memastikan debit sumber-sumber air di Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Debit Air Menurun Drastis, Enam Kabupaten Jatim Siaga Kekeringan

”Asesment kita lakukan karena ternyata beberapa hari hujan, kemudian panas lagi. Inilah makanya kita sasar dan evaluasi ke lokasi,” kata Haris, Jumat (29/10).

Sebagai informasi: Kasus kekeringan memang turun. Hanya ada sembilan desa yang mengalami kekeringan. Lokasinya tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Lumbang, Lekok, dan Kecamatan Pasrepan.

Di Kecamatan Lumbang, krisis air bersih terjadi di Watulumbung, Karangjati, dan Cukurguling. Di Kecamatan Lekok, ada Desa Balunganyar, Wates, Semedusari, dan Pasinan. Sementara di Kecamatan Pasrepan, kekeringan terjadi di Mangguan dan Ngantungan.

Kondisi itu berbeda dengan tahun 2020. Saat itu, ada 23 desa di tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan. Masing-masing wilayah Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, Kejayan, dan Grati.

Baca juga: Pemkab Bandung Perkuat Mitigasi Kekeringan Antisipasi El Nino 2026

Di Kecamatan Gempol, ada dua desa yang krisis air bersih. Yaitu, Desa Bulusari dan Desa Wonosunyo. Keduanya memang langganan kekeringan. Di Kecamatan Winongan, krisis air bersih rentan menerpa Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo

Untuk Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati, dan Karangasem. Di Pasrepan, ada Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Klakah, Pasrepan, dan Desa Petung.

Di Kecamatan Lekok, krisis air bersih melanda Pasinan dan Balunganyar, Semedusari, serta Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan ada Kedungpengaron dan Oro Pule. Di Kecamatan Grati. Desa Karanglo yang mengalami kekeringan. Data tersebut menjadi acuan BPBD Kabupaten Pasuruan dalam mendeteksi risiko bencana pada 2021 ini.

Baca juga: Ancaman Kekeringan Mengintai Jatim, Pemprov dan BNPB Siapkan Langkah Cepat

Haris menambahkan, dari hasil asesment, BPBD Kabupaten Pasuruan tetap akan mendistribusikan air bersih apabila kondisinya mendesak atau sangat diperlukan.

"Kalau mendesak, segera kami kirim, karena sudah ada armadanya," tegasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait