ilustrasi
Mili.id - Mantan ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dua periode, Sirmadji mengajak pengurus dan kader PAC PDI Perjuangan merawat kembali budaya lokal di wilayahnya masing masing. Dengan penguatan budaya lokal, disebut bakal menangkis paham radikalisme yang masih masih megancaman dan merongrong ideologi bangsa ini.
Begitu, disampaikan Sirmaji saat memberikan materi ‘Sejarah dan AD/ART Partai’ dalam Diklat Pratama gelombang ketiga untuk ketua dan sekretaris PAC di Wisma Perjuangan, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Sabtu (16/10).
Baca juga: PDIP Surabaya Panaskan Mesin Organisasi Lewat Regenerasi Kader Muda Berkelanjutan
“Maka saya sampaikan pada kawan-kawan DPC dan PAC, kuatkan budaya lokal; mulai dari seninya atau apa saja. Itu semua modal kita yang kelihatan kecil, tapi sangat bermakna untuk melawan terorisme dan radikalisme,” terang Sirmadji melalui zoom meeting.
Dari sudut pandangnya, paham radikalisme tergolong sebagai kekutan cukup besar nan membahayakan. Pasalnya, jumlah mereka mencapai18 persen dari total penduduk Indonesia, ia membeberkan, sebagian kecil dari 18 persen itu orangnya sangat keras dan melakukan teror.
Sehingga, papa dia untuk menekan paham itu, perlu dilawan dengan penguatan budaya lokal serta melakukan national and character building.
“Menurut survey yang terbaru, jumlahnya sekitar 18 persen. Kalau 18 persen dari 250 juta, ini sudah berapa? Itulah sebabnya, kita tidak boleh hanya menyerahkan itu sepenuhnya pada negara. Kita harus berjuang, agar negara lebih kuat dan lebih tegas lagi, bahkan pendidikan Pancasila harus dihidupkan kembali; mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” bebernya.
Baca juga: Baktiono Kritik Sistem Desil Bansos, Usulkan UMK Jadi Acuan
Baca juga: PDIP Kritik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau, Singgung Simbol Kekuasaan
Editor : Redaksi
