Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono(foto: Roy Ibrachim/mili.id)
Surabaya - Isbat Nikah Massal yang digelar Pemkot Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), diharapkan dapat dukungan sejumlah perusahaan di Kota Pahlawan.
Sokongan tersebut berupa kucururan dana corporate social responsibility (CSR), sponsor, event oraganizer (EO), ataupun wedding organizer. Sebab berdasarkan catatan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono (Buleks), biaya isbat nikah massal cuma Rp 445 ribu.
Baca juga: Tak Ditemukan Unsur Pidana, Kejari Surabaya Hentikan Penyelidikan Keuangan RSUD Dr. Soetomo
"Kerjasama ini, bisa membantu meringankan beban pemkot maupun warga," ujar Buleks kepada Mili.id, pada Rabu (14/06/2023).
Pasalnya, urai Buleks banyak warga Surabaya antusias mengikuti program tersebut, utamanya yang hanya nikah siri. Kendati begitu, ia mengingatkan isbat nikah massal tidak dipersuit.
Karena, masih banyak masyarakat di usia 18 tahun, sudah punya anak. "Jadi benar-benar disikapi secara bijak," tuturnya.
Baca juga: Ribuan Mahasiswa Kepung Grahadi, Soroti Ekonomi hingga HAM dalam Aksi Besar Aliansi BEM Surabaya
Pun juga beber Buleks, melalui program itu, pengurusan akte kelahiran serta KK daripada anak tersebut tidak dipersulit.
Sebab, notabenenya mereka sudah berumah tangga. Maka, ia mengimbau, ini harus jadi skala prioritas.
Buleks pun menekankan, dispenduk lebih bijak menyikapi fenomena ini, untuk memudahkan catatan kependudukan anak tersebut. Tidak lagi berdalih terbentur aturan. Demi masa depan anaknya, utamanya dunia pendidikan mereka.
Baca juga: Tragedi Gorong-gorong Margorejo, Eri Cahyadi Tegur Keras Kontraktor dan Dinas
"Agar kesannya program ini tidak setengah-tengah," pungkas Budi Leksono.
Reporter: Roy Ibrachim
Editor : Aris S
