Jawa Timur

Tragedi Gorong-gorong Margorejo, Eri Cahyadi Tegur Keras Kontraktor dan Dinas

Tragedi Gorong-gorong Margorejo, Eri Cahyadi Tegur Keras Kontraktor dan Dinas © mili.id

Foto: Kompas

Mili.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengancam memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, menyusul insiden yang menewaskan seorang lansia.

Eri menegaskan Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, terutama terkait standar keselamatan dan pengamanan di lokasi pekerjaan.

Baca juga: Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto

“Ini peringatan keras buat kontraktor dan kepala dinas. Kemarin saya cuti, tidak bisa memberikan teguran, tapi hari ini cuti saya sudah berakhir, saya beri teguran keras,” kata Eri, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, evaluasi akan difokuskan pada kesesuaian pelaksanaan proyek dengan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), khususnya terkait aspek keselamatan pengguna jalan dan pengamanan area proyek.

Eri menegaskan seluruh proyek infrastruktur di Kota Surabaya wajib menerapkan standar keselamatan sesuai dokumen kontrak dan ketentuan teknis yang berlaku. Karena itu, Pemkot akan menelusuri kemungkinan adanya kelalaian di lapangan.

“Saya akan lihat dokumen RKS, pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” ujarnya.

Tak hanya kontraktor, sanksi juga disebut akan menyasar pejabat yang memiliki tanggung jawab pengawasan proyek. Bahkan, Eri membuka peluang mencopot kepala dinas terkait apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian.

“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat, saya copot itu kepala dinasnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil investigasi Inspektorat Kota Surabaya akan menjadi dasar penentuan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Baca juga: Bus STJ Jakarta–Surabaya Terguling di Tol Jombang, 10 Penumpang Luka-Luka

“Saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang tanggung jawab, apakah pimpinan proyek atau kepala dinasnya,” tambah Eri.

Meski proyek penanganan banjir dikebut sesuai target, Eri menekankan keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan infrastruktur.

Sebelumnya, pasangan suami istri lanjut usia asal Kecamatan Bubutan mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai terperosok ke lubang proyek gorong-gorong sedalam sekitar 2,5 meter di Jalan Margorejo Indah pada Jumat (12/6/2026) malam.

Insiden diduga dipicu minimnya penerangan jalan serta renggangnya pembatas proyek di sekitar lokasi. Motor korban terjun ke saluran air yang tengah dibangun di sisi barat Mal Plaza Marina.

Baca juga: Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Sooko Mojokerto

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 20.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, korban berinisial E (65) mengalami luka di bagian tangan, sementara istrinya, L (69), meninggal dunia di lokasi setelah mengalami luka parah akibat terbentur beton bangunan.

“Petugas tiba di lokasi mendapati satu korban berada di saluran air yang sedang dibangun, petugas menyesuaikan proses evakuasi setelah dilakukan pengecekan medis,” kata Rokhim.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait