Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Warnai Hari Pertama MPLS di Surabaya

Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Warnai Hari Pertama MPLS di Surabaya © mili.id

Mili.id – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Kaliasin I Surabaya, Senin (13/7/2026), diwarnai kehadiran para ayah yang mengantar anak mereka ke sekolah. Sebagian di antaranya bahkan rela meminta izin kerja setengah hari demi mendampingi putra-putrinya pada momen awal memasuki jenjang pendidikan dasar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan "Ayah Mengantar Anak ke Sekolah" yang digagas Pemerintah Kota Surabaya untuk mendorong keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.

Sejak pukul 07.00 WIB, siswa baru yang masih mengenakan seragam taman kanak-kanak (TK) mulai berdatangan. Mereka disambut para guru dengan kostum bertema kehidupan laut, sementara orang tua mengikuti rangkaian pembukaan MPLS dari halaman sekolah.

Kepala SD Negeri Kaliasin I/280 Surabaya, Sastro, mengatakan pihak sekolah telah menyosialisasikan program tersebut kepada para wali murid sejak kegiatan pra-MPLS.

"Kami mengundang orang tua untuk menyampaikan program sekolah, termasuk mengajak para ayah mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah," ujarnya.

Menurut Sastro, ajakan tersebut mendapat respons positif. Mayoritas siswa mengaku datang ke sekolah didampingi kedua orang tuanya, bahkan para ayah diminta berdiri di belakang barisan siswa sebagai bentuk dukungan moral.

Ia menjelaskan, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah telah diterapkan di SDN Kaliasin I selama dua tahun terakhir. Kehadiran ayah dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus memberikan semangat saat memulai lingkungan belajar yang baru.

"Hari pertama sekolah adalah momen penting untuk membangun semangat belajar. Karena itu kehadiran seorang ayah sangat berarti bagi anak," katanya.

Sastro berharap keterlibatan ayah tidak berhenti pada kegiatan MPLS saja, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan selama masa pendidikan anak.

"Anak menjadi lebih percaya diri saat diantar ayah, karena biasanya ayah lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan," tuturnya.

Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih positif sejak hari pertama sekolah.

Editor : Redaksi



Berita Terkait