Mili.id – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau. Deklarasi tersebut memuat sembilan himbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang yang masih terjadi di sejumlah kawasan dunia.
Deklarasi itu disampaikan dalam rangkaian peringatan Harlah ke-80 PW Muslimat NU Provinsi Riau di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru.
Baca juga: Khofifah Pastikan Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat Jatim Terus Berjalan
Khofifah mengapresiasi lahirnya deklarasi tersebut sebagai bukti nyata kepedulian Muslimat NU terhadap isu kemanusiaan global. Menurutnya, organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu tidak hanya berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga aktif menyuarakan perdamaian dunia.
"Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, layanan pendidikan, layanan kesehatan, keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan," ujar Khofifah.
Ia menegaskan, perjuangan Muslimat NU selama ini bertumpu pada kekuatan sosial dan spiritual yang menjadi fondasi organisasi. Militansi kader di berbagai daerah dinilai menjadi modal besar dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Menurut Khofifah, berbagai kegiatan sosial-keagamaan yang digelar secara berjenjang, mulai tingkat ranting hingga nasional, merupakan ikhtiar menjaga Indonesia tetap damai, rukun, dan terhindar dari perpecahan.
Baca juga: Khofifah Perkuat Sinergi, Dagang Jatim-Riau Tembus Rp1 Triliun
"Suasana persaudaraan harus terus dibangun dengan semangat saling membantu, mewujudkan perdamaian dan kesejukan di tengah masyarakat," katanya.
Selain memperkuat gerakan perdamaian, Khofifah juga memaparkan sejumlah program strategis Muslimat NU, di antaranya pembentukan Asosiasi Profesor Muslimat NU dan penguatan paralegal untuk memberikan pendampingan hukum nonlitigasi kepada masyarakat di tingkat akar rumput.
Ia menyebut keberadaan Asosiasi Profesor menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan Muslimat NU dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pencerdasan kehidupan bangsa.
Baca juga: Disbudpar Jatim Bongkar Dugaan Pelanggaran, Gion Spa Terancam Tutup
Tak hanya itu, Muslimat NU juga tengah menyiapkan kader peace maker sebagai problem solver yang diharapkan mampu menjadi agen penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
"Dengan kekuatan organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta semangat pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus hadir memberikan manfaat dan menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa," pungkas Khofifah.
Editor : Redaksi
