WISATA - Air terjun Sumaragi ini memiliki keindahan yang memesona. Namun disayangkan belum menjadi perhatian pemerintah untuk mengembangkan.
Mili.id – Di tengah gencarnya promosi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, keberadaan Wisata Air Terjun Sumaragi di Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, justru dinilai masih luput dari perhatian pemerintah daerah. Padahal destinasi wisata alam yang berada di kaki Pegunungan Meratus tersebut menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata unggulan.
Hampir setiap akhir pekan, kawasan air terjun ini ramai dikunjungi masyarakat, terutama kalangan anak muda yang datang untuk menikmati keindahan alam, mandi, maupun sekadar mengabadikan momen. Namun tingginya minat kunjungan tersebut belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.
“Hampir setiap Sabtu dan Minggu selalu ada pengunjung yang datang. Tapi mereka hanya berfoto, mandi, lalu pulang karena fasilitas pendukung hampir tidak ada,” ujar Jumadi, warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini wisata Air Terjun Sumaragi belum memiliki fasilitas dasar yang layak seperti toilet umum, kamar mandi, ruang ganti pakaian, tempat istirahat, maupun area usaha bagi masyarakat setempat yang ingin berjualan makanan dan minuman.
Kondisi tersebut dinilai menghambat pengembangan kawasan wisata sekaligus mengurangi kenyamanan para pengunjung. Padahal fasilitas dasar merupakan kebutuhan utama yang seharusnya tersedia pada sebuah destinasi wisata yang mulai dikenal masyarakat.
Tidak hanya itu, akses menuju lokasi wisata juga mulai memprihatinkan. Jalan cor semen yang pernah dibangun pemerintah beberapa tahun lalu kini sebagian mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan.
Akibat minimnya dukungan tersebut, warga setempat terpaksa mengandalkan swadaya untuk menjaga keberlangsungan kawasan wisata. Mereka secara bergotong royong membersihkan lingkungan, merawat jalur menuju air terjun, hingga membangun fasilitas sederhana bagi pengunjung.
“Kami hanya bisa merawat seadanya. Membersihkan area wisata, memperbaiki jalan setapak, dan membuat ruang ganti sederhana. Namun untuk pembangunan fasilitas yang lebih layak tentu membutuhkan campur tangan pemerintah,” kata Maserani, warga lainnya.
Menurut warga, perhatian pemerintah terhadap wisata desa tidak seharusnya berhenti pada pembangunan awal semata. Pengembangan yang berkelanjutan diperlukan agar objek wisata mampu tumbuh menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Kalau dikelola dengan baik, wisata ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi warga dan desa. Karena itu kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan memberikan perhatian yang lebih serius,” tambahnya.
Air Terjun Sumaragi memiliki panorama alam yang masih asri dengan aliran air yang jernih dan suasana pegunungan yang sejuk. Keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alami jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dengan jarak sekitar 22 kilometer dari Kota Kandangan dan akses yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, Air Terjun Sumaragi sesungguhnya memiliki modal yang cukup untuk berkembang. Yang kini ditunggu masyarakat hanyalah keseriusan dan kepedulian pemerintah agar potensi besar tersebut tidak terus-menerus terpendam dan kehilangan momentum untuk berkembang.
Editor : Redaksi
