Selama satu bulan penuh, puluhan mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tak hanya belajar di ruang kuliah.
Mili.id– Selama satu bulan penuh, puluhan mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tak hanya belajar di ruang kuliah. Mereka terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi lingkungan, pencegahan penipuan online, hingga pengembangan kreativitas usaha berbasis pangan lokal.
Program tersebut dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMPM) UWKS Kelompok A4 di kawasan Asem Jajar RW 03, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada 25 April hingga 24 Mei 2026.
Sebanyak 27 mahasiswa lintas fakultas yang terdiri atas Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Hukum terlibat dalam kegiatan tersebut. Kelompok A4 dipimpin oleh Maha Putri Dealofa Anugrah Illahi dengan didampingi Muhammad Rendy Firmansyah serta dosen pembimbing lapangan Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., M.T.
Sebelum menjalankan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei lapangan pada 4 April 2026. Didampingi Ketua RW 03 Asem Jajar, Eddy Suwito, mereka memetakan berbagai kebutuhan masyarakat yang kemudian menjadi dasar penyusunan program kerja.
Hasilnya, mahasiswa merancang sejumlah kegiatan yang berfokus pada empat bidang utama, yakni kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, literasi digital, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Dosen pembimbing lapangan Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., M.T. menjelaskan salah satu program yang mendapat antusiasme tinggi adalah sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat serta pencegahan penyakit tidak menular.
"Tak hanya itu, warga juga diajak mengenali risiko stroke sejak dini melalui pemeriksaan sederhana berupa pengukuran kekuatan genggaman tangan yang dapat menjadi indikator awal kondisi fungsi otot dan saraf,"jelasnya, di Surabaya, Jumat(12/06/2026).
Di bidang kesehatan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan konsep One Health, sebuah pendekatan yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan. Warga juga mendapatkan edukasi mengenai penyakit zoonosis, cara penularan, serta langkah pencegahannya.
Persoalan pengelolaan sampah pun tak luput dari perhatian. Melalui sosialisasi dan praktik langsung, masyarakat diajak membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik serta memahami cara pengolahan sederhana yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat.
Menjawab maraknya kejahatan digital, Kelompok A4 juga menggelar edukasi pencegahan penipuan online. Melalui praktik langsung menggunakan telepon pintar, warga diajarkan cara mengenali tautan phishing, melindungi data pribadi, dan menghindari berbagai modus penipuan yang semakin marak terjadi di era digital.
Sementara itu, pada sektor pemberdayaan ekonomi, mahasiswa mengajak warga berkreasi mengolah daun kelor menjadi produk pangan bernilai tambah seperti jelly dan bolu kukus. Selain mengenalkan manfaat gizi daun kelor, program ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan berbasis potensi lokal.
"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan nilai ekonomi masyarakat melalui inovasi produk pangan yang sehat dan bernilai jual," ujar salah satu mahasiswa peserta KKN.
Rangkaian kegiatan KKN PMPM UWKS di Asem Jajar resmi ditutup pada 24 Mei 2026. Penutupan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai simbol kuatnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat selama program berlangsung.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama warga, mahasiswa Kelompok A4 menyerahkan plakat penghargaan kepada pengurus RW 03 Asem Jajar.
Lebih dari sekadar program akademik, KKN PMPM UWKS di Asem Jajar menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Dari kesehatan, lingkungan, hingga literasi digital, seluruh program dirancang untuk meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan warga setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Editor : Muhammad
