Jawa Timur

Khofifah: Jasa Konstruksi Harus Jadi Motor Ekonomi Jatim dan Pembuka Lapangan Kerja Baru

Khofifah: Jasa Konstruksi Harus Jadi Motor Ekonomi Jatim dan Pembuka Lapangan Kerja Baru © mili.id

Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029 di Grand City Exhibition Hall Surabaya.

Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sektor jasa konstruksi memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas. Hal itu disampaikannya saat membuka Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029 di Grand City Exhibition Hall Surabaya.

Menurut Khofifah, sektor konstruksi tidak hanya menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi salah satu penggerak utama produktivitas ekonomi dan daya saing daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Baca juga: Expo Konstruksi Jatim 2026 Digelar, Tampilkan Inovasi Teknologi dan Material Bangunan Masa Depan

"Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi, akademisi, hingga pelaku industri konstruksi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi daerah," ujar Khofifah.

Sebagai provinsi yang menyumbang sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, investasi, dan konektivitas nasional. Peran tersebut, kata Khofifah, harus ditopang oleh infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini terus mempercepat pembangunan berbagai sektor, mulai dari penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan industri dan logistik, peningkatan infrastruktur sumber daya air, hingga pembangunan sistem transportasi yang semakin terintegrasi.

Khofifah menekankan bahwa pembangunan konstruksi ke depan harus berlandaskan tiga prinsip utama, yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi industri konstruksi.

Digitalisasi konstruksi, penerapan Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), konsep konstruksi hijau, hingga peningkatan standar keselamatan kerja menuntut pelaku industri untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Baca juga: Jatim Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

"SDM konstruksi yang berkualitas akan menentukan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik yang diterima masyarakat. Karena itu penguatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan kompetensi SDM, mendorong inovasi, serta memperkuat budaya keselamatan kerja.

Selain membuka expo dan mengukuhkan forum, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Untuk kategori Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk. Sementara penghargaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD diraih Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Pengambilan PIN SPMB Tetap Bisa Tanpa SKL, Antrean Terpantau Lancar

Adapun penghargaan Pengembang Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Terbanyak diberikan kepada PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jayaland, dan PT Kokoh Exa Nusantara.

Menutup sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan berharap kegiatan tersebut mampu menjadi katalisator bagi kemajuan sektor konstruksi di Jawa Timur.

"Semoga kolaborasi yang terbangun melalui forum dan expo ini dapat mempercepat terwujudnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait