Jawa Timur

Ambil Mahkotamu Bu, Aku Tak Akan Diam Saat Ibu Disakiti

Ambil Mahkotamu Bu, Aku Tak Akan Diam Saat Ibu Disakiti © mili.id

Mili.id - Di ruang pemeriksaan yang dingin itu, seorang remaja laki-laki duduk dengan wajah leb4m dan tangan gemetar. Polisi yang memeriksanya menatap heran.

“Kenapa kamu nekat melawan pria yang jauh lebih tua?” tanya salah satu polisi.
Anak itu menunduk beberapa detik. Matanya memerah menahan t4ngis.

“Karena dia bukan manusia baik, Pak… Dia sering datang mengambil uang hasil kerja ibu saya. Uang yang ibu kumpulkan dari pagi sampai malam.”
Suasana mendadak hening.
Remaja itu lalu melanjutkan dengan suara bergetar.

“Malam itu saya lihat sendiri… ibu dipvkul hanya karena mempertahankan uang belanja. Saya nggak bisa diam, Pak. Saya cuma anak laki-laki, tapi hati saya h4ncur lihat ibu diperlakukan seperti itu.”

Polisi kembali bertanya pelan, “Kalau memang sudah lama terjadi, kenapa tidak lapor saja ke polisi?”
Anak itu tersenyum p4hit.

“Kadang seorang anak nggak mikir panjang saat ibunya men4ngis, Pak…”
Ia menarik napas panjang sebelum berkata lagi,

“Ayah pernah bilang ke saya… laki-laki itu jangan suka berkel4hi. Tapi ada satu keadaan yang bikin semua nasihat itu hilang… saat ibu dis4kiti di depan mata sendiri.”

Ruangan kembali sunyi.
“Kalau karena membela ibu saya harus masuk penjara, saya ikhlas, Pak. Saya mungkin dianggap bersalah… tapi saya tidak menyesal melindungi satu-satunya orang yang selalu berjuang demi hidup saya.”

Tak ada yang tahu… di balik wajah keras seorang anak lelaki, ada hati yang rela h4ncur demi melihat ibunya tetap berdiri

Editor : Redaksi



Berita Terkait