Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Joki UTBK, Skor Pelaku Tembus 700

Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Joki UTBK, Skor Pelaku Tembus 700 © mili.id

Mili.id - Polrestabes Surabaya mengungkap praktik sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang melibatkan sejumlah pelaku dengan kemampuan akademik tinggi. Dari hasil pemeriksaan, para joki diketahui mampu meraih skor UTBK di atas 700 dan mengaku soal ujian relatif mudah untuk dikerjakan.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfi Sulistiawan mengatakan, pihaknya telah menangkap 14 tersangka dalam kasus tersebut. Dua di antaranya berperan sebagai joki lapangan atau eksekutor yang mengerjakan soal ujian secara langsung di lokasi pelaksanaan UTBK.

Baca juga: Exzam.id: Inovasi Dosen PENS untuk Awasi dan Cegah Kecurangan Ujian Online

“Nilainya ternyata cukup tinggi, mendapatkan kisaran 700 ke atas,” ujar Luthfi saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, selama proses pemeriksaan para tersangka terlihat tenang dan tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan soal ujian. Bahkan, beberapa pelaku mampu menyelesaikan soal lebih cepat dari waktu yang disediakan panitia.

Salah satu tersangka berinisial N diketahui merupakan mahasiswa yang akan wisuda dengan predikat cumlaude pada Oktober mendatang. Polisi menyebut N telah enam kali menjadi joki UTBK dan seluruh kliennya berhasil lolos seleksi.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk memalsukan identitas peserta ujian. Barang bukti tersebut antara lain satu unit printer kartu identitas HID Fargo DTC1250E, blanko KTP kosong, stempel instansi pendidikan, puluhan dokumen ijazah, laptop, MacBook Pro, hingga perangkat penyimpanan data administrasi calon mahasiswa.

Selain itu, petugas juga menyita uang tunai senilai Rp290 juta yang diduga hasil praktik perjokian tersebut.

Polrestabes Surabaya menegaskan akan terus mendalami kasus ini, termasuk memburu peserta UTBK yang menggunakan jasa para joki. Kepolisian berharap pengungkapan jaringan ini dapat menjadi langkah tegas dalam menjaga integritas dunia pendidikan.

“Kita harus bongkar jaringan joki bagi para calon mahasiswa ini supaya tidak ada lagi aksi-aksi sejenis yang mencederai dunia pendidikan kita,” tegas Luthfi.

Editor : Redaksi



Berita Terkait