Erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026).
Mili.id-Tim gabungan Search and Rescue (SAR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara terus berpacu dengan waktu mengevakuasi para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026).
Di tengah aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif dan ancaman lontaran lava pijar, proses pencarian tetap dilanjutkan demi menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Tewas Tertimbun Abu
Berdasarkan data sementara, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi. Mereka terdiri dari sembilan WNA asal Singapura, tiga warga Ternate, dan delapan warga lokal sekitar Halmahera Utara.
Hingga Jumat siang, sebanyak 14 pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tujuh di antaranya merupakan wisatawan asal Singapura, sementara tujuh lainnya merupakan warga negara Indonesia.
Namun, dua pendaki WNA berinisial H.W.Q.T. dan S.M.B.A.H. masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Situasi di lapangan sempat memaksa operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 14.10 WIB. Pengamat Gunung Api Dukono melaporkan adanya potensi lontaran lava pijar dengan radius mencapai 1,5 kilometer dari kawah aktif, sehingga seluruh personel evakuasi diminta bertahan di Pos 5 demi keselamatan.
Setelah kondisi dinilai lebih aman, pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 15.25 WIB. Tim SAR kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk mempercepat proses penyisiran.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim pertama yang dipimpin langsung Kalaksa BPBD Halmahera Utara melakukan penyisiran menuju puncak gunung dan kini berada sekitar 500 meter dari kawah.
“Tim menggunakan drone untuk memantau kondisi dari udara guna meningkatkan keamanan dan efektivitas pencarian,” ujarnya.
Dilansir dari CNBC, Sementara itu, tim kedua menyisir area aliran sungai di sekitar puncak gunung, lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan dua pendaki yang masih hilang.
Operasi darurat ini melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis hingga relawan setempat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara tidak melakukan aktivitas pendakian selama aktivitas vulkanik masih meningkat.
Erupsi Gunung Dukono sendiri menyebabkan kepulan asap putih kelabu membumbung tinggi ke udara dan terlihat jelas dari kawasan pemerintahan di Tobelo, Halmahera Utara.
Editor : Muhammad
